BOGOR, CEKLISSATU - Momen Idul Adha sering dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati berbagai olahan daging kurban, mulai dari sate, gulai, hingga rendang. Namun, kebiasaan mengonsumsi daging merah secara berlebihan saat hari raya dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti kolesterol tinggi, asam urat, hingga hipertensi.

Melimpahnya stok daging di rumah membuat pola makan masyarakat saat Idul Adha cenderung berubah drastis dalam waktu singkat. Tidak sedikit yang mengonsumsi olahan daging berturut-turut tanpa diimbangi asupan serat, buah, maupun sayur.

Rumah Sakit Harapan Mulia menjelaskan daging sapi memang mengandung protein dan zat besi yang baik bagi tubuh. Akan tetapi, kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan purin dalam daging merah perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak kesehatan setelah hari raya.

Baca Juga: Harga Daging Tembus Rp140 Ribu per Kilo Jelang Puasa, Pedagang: Untung Tipis, Stok Pas-Pasan

Salah satu gangguan yang cukup sering muncul setelah Idul Adha ialah asam urat. Kandungan purin pada daging merah dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh sehingga memicu nyeri dan pembengkakan pada area persendian.

Selain itu, konsumsi bagian daging berlemak seperti tetelan dan iga secara berlebihan juga dinilai dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL). Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berisiko memicu penyakit jantung dan stroke.

Pakar Gizi Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi, menyebut konsumsi olahan daging berlebihan dapat membebani metabolisme tubuh karena tubuh menerima lonjakan protein, lemak jenuh, kolesterol, purin, dan energi secara bersamaan.