Pemiliknya, Kang Ridwan, mewarisi resep dari pengalaman dan orang tua nya. Kini, ia menghidangkan masakan rumahan yang tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga membangkitkan nostalgia.
Baca Juga: Oka "Lupus" Sugawa: dari Dunia Hiburan, Motor Antik hingga Duta Sampah yang Menginspirasi
"Orang-orang datang ke sini bukan cuma karena lapar, tapi juga karena rindu," sambung Wiji pelan, sembari menyusun ikan asin goreng di atas piring.
Menu yang ditawarkan pun sederhana tapi mengena, ayam goreng, ikan peda, sambal terasi, tumis genjer, hingga pepes tahu.
Minumannya? Es goyobod, teh tawar panas, atau jeruk peras segar yang menyegarkan di siang hari.
Setiap suapannya seperti bercerita, bahwa masakan Sunda sejati tidak membutuhkan kemewahan, cukup dengan kesegaran, kejujuran, dan cinta dalam setiap bumbu.
Baca Juga: Mengenal Sosok Haji Abbas, Pemilik Rumah Makan Sunda Top di Ciawi
Bagi siapa pun yang melewati Jasinga, Warsun Tangsi bukan hanya tempat mengisi perut ia adalah pengalaman.