JAKARTA, CEKLISSATU - Operasi lilin bakal digelar oleh Polda Metro Jaya selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, hal itu untuk mengatisipasi kerawanan kambtimas hingga kemacetan

“Mabes Polri telah mengeluarkan rencana operasi terkait pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2024. Itu semua untuk mengamankan kegiatan saat perayaan di hari Natal, dimana rangkaiannya bisa dimulai  dari sebelum tanggal 25 maupun sampai dengan tanggal 1 (Januari) nanti," kata Trunodoyo kepada wartawan. 

Jajaran Polda Metro Jaya, kata Trunodoyo, volume pemudik diperkirakan meningkat saat libur nataru, shingga yang menjadi antisipasi dalam operasi lilin Nataru itu adalah kemacetan. 

Baca Juga : Jelang Nataru Harga Cabai di Cianjur Tembus 100 Ribu Perkilogram

“Melihat dengan adanya kalender kamtibmas tadi ada potensi-potensi pergerakan secara nasional atau pergerakan orang atau masyarakat, di mana data menunjukkan ada 10 daerah asal yang besar, dan salah satunya adalah Jabetabek (Jakarta Bekasi Tangerang) ya ini menjadi objek dan Depok, jadi objek yang betul-betul Polda Metro Jaya atau dengan aglomerasinya tadi ini kita ketahui data pergerakan atau potensi pergerakan masyarakat pada menghadapi Nataru," papat Trunoyudo.

Sementera itu Perhubungan (Kemenhub), kata Trunoyudo, diperkirakan ada jutaan masyarakat di wilayah algomerasi Jabodetabek akan keluar kota pada saat libur Nataru ini.

"Sedangkan kita ketahui pada data di sini Jabetabek termasuk Bogor namun wilayah aglomerasi Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi ini kurang lebih 43,92 persen atau 14,81 juta masyarakat akan bepergian," jelas dia.

Puncak arus mudik diperkirakan pada tanggal 22-23 Desember 2023 dan 29-30 Desember 2023. 

Sementara arus balik diperkirakan pada 26-27 Desember 2023 dan 1-2 Januari 2025.

“Melihat tingginya mobilitas warga itu, maka potensi kerawanan juga tentu meningkat. Polda Metro Jaya perlu melakukan mitigasi, baik itu secara preemtif maupun preventif untuk terjadinya tindak kejahatan, sehingga tidak terjadi pada saat kegiatan masyarakat tersebut," tutup dia.