BOGOR, CEKLISSATU - Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyampaikan data bahwa wilayah Kecamatan Bogor Selatan menjadi kecamatan yang terbanyak terpapar judi online (judol). Pejabat (Pj) Wali Kota Bogor Hery Antasari pun terkejut mendapatkan laporan tersebut.

"Kita kaget dan sesalkan atas fenomena nasional judol ini dan ternyata Kota Bogor sebagai salah satu terdata jumlah rupiah dan transaksi yang besar," kata Hery kepada wartawanRabu (26/6/2024).

Hery tak menyangka Kecamatan Bogor Selatan menjadi salah satu dari 7 besar kecamatan dengan jumlah pelaku judi online mencapai 3.720 orang.

"Soal judolnya kita paham ini fenomena nasional concern nasional apalagi di perkotaan. Tapi bahwa Kota Bogor dan Kecamatan Bogor Selatan itu yang membuat kaget kita ya," terangnya.

Baca Juga : Polri Gelar Bakti Sosial Kesehatan Se-Indonesia, HUT Ke-78 Bhayangkara

Namun, pihaknya mengaku belum mendapatkan data secara rinci terkait jumlah tersebut. Baik terkait usia yang terpapar judi online atau lainnya.

"Kita belum punya tembusan data faktanya, sedang kita upayakam ke pusat," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto segera mengumpulkan camat hingga kepala desa (kades) untuk memberantas judi online hingga ke daerah-daerah. Kecamatan terbanyak yakni Bogor Selatan.

Berikut ini tujuh kecamatan yang paling terpapar judi online:

1. Kecamatan Bogor Selatan: Pelaku sebanyak 3.720 dengan transaksi Rp349 miliar.
2. Kecamatan Tambora: Pelaku sebanyak 7.916 dengan transaksi Rp196 miliar.
3. Kecamatan Cengkareng: Pelaku sebanyak 14.782 dengan transaksi Rp176 miliar.
4. Kecamatan Tanjung Priok: Pelaku sebanyak 954 dengan transaksi Rp139 miliar.
5. Kecamatan Kemayoran: Pelaku sebanyak 6.080 dengan transaksi Rp118 miliar.
6. Kecamatan Kalideres: Pelaku sebanyak 9.825 dengan transaksi Rp113 miliar.
7. Kecamatan Penjaringan: Pelaku sebanyak 7.127 dengan transaksi Rp108 miliar.