BOGOR, CEKLISSATU-Melihat fenomena bullying di Kota Bogor yang mengalami peningkatan, dimana di tahun 2025 tercatat 91 kasus. Untuk itu, Yayasan Rumah Kedua bekerjsama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor menggelar acara “My Buddy, Stop Bullying” yang bertempat di aula SMPN 8 Bogor, Selasa (9/9).
Acara yang dihadiri Wakil Walikota Bogor, Jainal Mutaqin, anggota DPRD Kota Bogor, Hakanna, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bogor serta kepala sekolah SMPN dan SMA di Kota Bogor tersebut merupakan sebagai langkah nyata dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat.
Sebanyak 160 siswa SMPN 8 Bogor diberikan edukasi mengenai bagaimana bullying hingga mengatasi bullying. Dengan menggunakan kartu permainan anak-anak diajak untuk berempati dengan lingkungannya.
Baca Juga: Hadiri Peluncuran Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, Menteri Sosial Saifullah Yusuf Bilang Begini
“Kartu permainan yang mengajak empati anak-anak,” ujar Ketua Yayasan Rumah Kedua, Dewi Puspasari dalam sambutannya diacara tersebut.
Kegiatan ini, kata Dewi, bukan baru pertama kali dilakukan. Pihaknya sudah mengadakan acara serupa selama 3 tahun berturut-turut. Karena kasus bullying terjadi peningkatan pihaknya mengajak Satpol PP untuk bergabung dalam acara ini.
“Alhamdulillah dari Satpol PP begitu antusias untuk bergabung. Bahkan tim pendamping edukasi ada dari Satpol PP,” kata Dewi.
Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Jainal Mutaqin begitu menyambut baik acara ini. Bahkan ia mengajak pelajar di Kota Bogor untuk tidak melakukan bullying.
“Bullying itu mudah diucapkan, mudah dilakukan, tapi bagi sipenerima ini menjadi tekanan mental yang luar biasa. Karena itu saya mengajak adek-adek (pelajar, red) untuk tidak ada lagi kejadian bullying terhadap Sahabat atau teman-teman kita,” himbau Jainal.
Baca Juga: Soroti Kasus Dugaan Bullying Dokter PPDS, Menko PMK Muhadjir Effendy Bilang Begini
Karena itu, lanjutnya, jaga dari diri kita, sikap ita dan prilaku kita. Dimana saling sayang, saling cinta terhadap teman dan sahabat-sahabat kita.
“Taget kedepan bukan hanya di SMPN 8 Bogor saja yang menerima edukasi ini , tapi di seluruh sekolah di Kota Bogor,” harap orang nomor dua di Kota Bogor tersebut.
Hal serupa diutarakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Hakanna. Menurutnya, program ini bagus bahkan ia sangat mengapresiasi pada Satpol PP Kota Bogor.
“Ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah No 1 Tahun 2021. Tentunya di lingkungan pendidikan dan anak-anak sekarang harus dipersiapkan,” kata Hakanna yg juga sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor tersebut.
Hakanna menambahkan, karena disini temanya bullying jadi sangat bagus. Program yang sangat bagus dimana sinergi antara Satpol PP, DPRD dan juga pihak sekolah. Dimana untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan.
“Karena salah satu kaitannya dengan bullying ini yaitu dengan kenyamanan. Tentunya disini anak-anak akan diberikan sosialisasi terkait bagaimana bahaya bullying terhadap mental si anak. Baik yang bullying maupun yang melakukan bullying,” jelas Hannaka.
Ia berharap, program ini bisa berkesinambungan kesemua lembaga pendidikan tingkat SMP, SMA swasta atau negeri di Kota Bogor.
Comment