BOGOR, CEKLISSATU -  Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) melepas 105 Mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Senin,(27/7/2026) di Aula Kecamatan Cigombong.

Pelepasan yang dihadiri seluruh kepala desa menghadirkan pula Irwan Irwandi selaku kepala kecamatan Cigombong. Dalam sambutanya ia menegaskan program KKN pada tahun ini diharapkan dapat memperkuat muatan literasi kepada masyarakat. Dari pada itu, mahasiswa perlulah untuk adaptif serta kereatif dalam mensosialisasikan program kerja terlebih dengan kesesuaian atas muatan visi misi pemerintahan Kecamatan Cigombong. 

Pada sambutanya irwan pun menambahkan, "masyarakat dengan program yang belum berkembang harus dibantu, tentunya harus sesuai dengan fokus program studi Sains Komunikasi dan juga Administrasi Publik" ujarnya.

Baca Juga: FISIP UNIDA dan Kecamatan Cigombong Perkuat Kolaborasi Pengabdian melalui MoA dan IA

Dengan mengusung tema "Penguatan Tata Kelola Desa Transparan, Inovatif, dan Kolaboratif Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan SDM untuk Mewujudkan Madani yang Berkelanjuta" pengaplikasian teori perkulihan tentunya didukung dengan kolaborasi pelaksanaan praktis mahasiswa.

Hal itu selaras dengan kesesuaian upaya fakultas dalam mendukung mahasiswa untuk mendukung serta meningkatkan tata kelola yang berkelanjutan. Agar proses dari pengabdian kepada masyarakat dapat berdampak secara jangka panjang perlulah dukungan kolaboratif antar mahasiswa dengan masyarakat. Dalam sambutanya Rita Rahmawati, Dekanat FISIP UNIDA menyampaikan harapan agar pengembangan tata kelola desa perlulan transparan, inovatif, serta kreatif agar program yang diusung dapat sesuai dengan visi misi keberlanjutan.

Selain itu, dalam sambutanya Rita pun menambahkan "mahasiswa dapat membaurkan diri kepada masyarakat bukan hanya menggencarkan proker pribadi saja" terus Rita.

Bentuk refleksi itu pun dirasakan salah satu peserta KKN FISIP UNIDA, Nabil salahsatu Koordinator Desa Cisalada menyebutkan keberlanjutan desa seharunya dipupuk melalui fondasi pilar utama yaitu pendidikan.

Menurutnya, "Program pendidikan agar lebih merata karena masih banyak siswa-siswa yang belum merasakan dampak pendidikan keberlanjutan itu sendiri khususnya di Desa Cisalada" gagas Nabil.

Tentun pontensi tersebut perlulah didukung dengan atensi kolaboratif mahasiswa serta masyarakat agar percepatan keberlanjutan desa dapat berlangsung dengan baik

Ade Pramitha