Dalam tahap awal implementasinya, pemerintah menampung 17 SNT dari berbagai daerah di Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari Aceh, Maluku Utara, Sulawesi, Kalimantan Utara hingga Nusa Tenggara Timur.
Pratikno mengatakan, pemerintah kini fokus memastikan pelaksanaan 17 SNT tersebut berjalan optimal.
Para siswa yang diterima juga tidak hanya dipilih berdasarkan kemampuan akademik. Pemerintah memberikan ruang bagi siswa berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga serta seni dan budaya.
“Prestasinya bukan hanya prestasi akademik, ada prestasi olahraga, seni budaya, dan lain-lain,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah berencana memperluas jumlah SNT dengan dukungan pemerintah daerah. Salah satu dukungan penting yang dibutuhkan adalah penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah.
Pratikno meminta kepala daerah turut mengambil peran agar program tersebut dapat berkembang di lebih banyak wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Pratikno mengungkapkan ambisi besar Presiden dalam memperluas SNT. Bahkan, menurutnya, Presiden sempat mengarahkan agar SNT dapat hadir di setiap kecamatan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Tunjuk Mensesneg Pratikno jadi Plt Sekretaris Kabinet Gantikan Pramono Anung
“Pak Presiden itu kalau punya program kan begitu, langsung nasional. ‘SNT setiap kecamatan!’ Ya nego, nego, nego, kemudian bertahap,” ujar Pratikno disambut tawa hadirin.
Ia mengakui mewujudkan target tersebut bukan perkara mudah. Karena itu, pembangunan SNT dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah.
Pratikno menyebut sejumlah daerah telah mengambil bagian dalam tahap awal program tersebut, di antaranya Subulussalam, Bone Bolango, Tarakan, Tidore Kepulauan, Kupang, Gowa, Donggala, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, Buton Tengah, Tebo, Tanjung Jabung Timur, Banyumas hingga Cianjur.
Pratikno menegaskan, pendidikan berkualitas tidak boleh hanya diukur dari nilai akademik.
Ia meminta para siswa SNT mengembangkan potensi masing-masing, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, budaya maupun bidang lainnya.
“Prestasi itu bukan hanya akademik. Bukan hanya matematikanya 10, bukan hanya fisikanya 10. Prestasi itu macam-macam. Prestasi itu bisa seni, bisa olahraga,” tuturnya.
Comment