KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) lolos seleksi dan mendapatkan kesempatan mengikuti program half minor di Leiden University Medical Center (LUMC), Belanda.
 
Keikutsertaan mahasiswa FK UI pada program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara FK UI dengan LUMC dalam hal pertukaran mahasiswa, yang telah berlangsung sejak 2014. 

Secara berkala, kedua institusi pendidikan tinggi tersebut mengirimkan mahasiswanya untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman, baik di Indonesia maupun Belanda.

Baca Juga: Fakultas Pertanian IPB Siap Menjadi Pelopor Ketahanan Pangan Nasional 
 
Para mahasiswa FK UI yang terpilih telah melalui seleksi berkas administrasi dan wawancara. Mereka adalah Alya Mustika Rahmayunia, Kayla Salsabila Wimbanu, Muhammad Rafly Atthariq, R. Muhammad Kevin Baswara, dan Rumaisha Nuha Zakiyyah. 

Masing-masing mahasiswa memilih topik sesuai dengan minat dan bidang yang ingin mereka dalami. Kelima mahasiswa FK UI itu akan mengikuti program selama tiga bulan, mulai dari September hingga November 2025, dengan dukungan beasiswa dari LUMC.
 
Ketertarikan pada bidang bedah mendorong R. Muhammad Kevin Baswara untuk mengambil half minor dengan fokus pada spine skullbase surgery, telinga hidung tenggorokan (THT), dan audiologi. Dalam program ini, Kevin tidak hanya AKAN mendalami teori, tetapi juga melakukan observasi langsung di ruang operasi.

Baca Juga: Teknik Peduli Lingkungan 2025: Aksi Nyata Mahasiswa Teknik UNDIP Selamatkan Pesisir Semarang
 
“Program ini sangat berarti bagi saya karena saya berharap dapat menemukan hal-hal yang inovatif dan modern di LUMC. Hal ini membuka wawasan saya terhadap majunya dunia kedokteran di negara Barat dan memupuk motivasi untuk bisa menjadi dokter dengan standar internasional serta pembelajar sepanjang hayat,” ungkap Kevin dalam keterangan resminya.

Sementara itu, minat pada isu kesehatan degeneratif dan aspek sosial mengarahkan Alya Mustika Rahmayunia untuk mengambil half minor bidang health, ageing, and society. 

Dalam program ini, Alya akan mempelajari berbagai penyakit degeneratif beserta faktor psikologis dan sosial yang memengaruhinya, sekaligus mendapat kesempatan mendalami scientific writing untuk menulis jurnal ilmiah.

Baca Juga: Studium Generale PKKMB dan Makrab Jadi Pembuka Perkuliahan STIE Hidayatullah Tahun 2025
 
“Saya berharap pengalaman ini memberikan ilmu baru sekaligus menumbuhkan motivasi untuk terus belajar, termasuk dari perkembangan ilmu kedokteran yang menjadi bekal berharga untuk karier saya sebagai dokter,” tutur Alya.
 
Kemudian, ketertarikan pada isu kesehatan masyarakat membawa Kayla Salsabila Wimbanu dan Rumaisha Nuha Zakiyyah memilih half minor bidang global health. 

Kayla tertarik dengan kebijakan publik di bidang kesehatan dan pengaruhnya terhadap aksesibilitas dan kualitas kesehatan di tingkat komunitas. 

Baca Juga: Tanam Pohon, Tanam Harapan: BEM FISIP UNIDA Ajak Siswa Madrasah Tarbiyatul Falah Cinta Lingkungan

Selama program, Kayla akan mendalami berbagai topik, mulai dari keberlanjutan dalam sistem kesehatan, manajemen finansial rumah sakit, strategi penurunan mortalitas dan morbiditas penyakit tropis, hingga observasi pengelolaan limbah medis. 

Sejalan dengan itu, Rumaisha melihat kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan sekaligus mengasah keterampilannya. Rumaisha berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui wawasan dan pengalaman yang diperoleh di LUMC.
 
Terakhir, Muhammad Rafly Atthariq memilih topik cellular therapies sebagai fokus studinya di LUMC

Baca Juga: UI-Palestine Center Siap Jadi Ruang Advokasi Kemerdekaan Palestina

Dia berharap dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat untuk memahami mekanisme imunologi dan pemanfaatan sel punca dalam terapi regeneratif, serta mengaplikasikannya untuk pengembangan perawatan yang lebih aman dan efektif bagi pasien dengan penyakit hematologi, kanker, dan gangguan autoimun.
 
Dekan FK UI, Prof. Ari Fahrial Syam menyampaikan selamat dan sukses kepada para mahasiswa yang berhasil meraih beasiswa tersebut.
 
“Kesempatan belajar di LUMC ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga untuk membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang kelak dapat dikembangkan di Indonesia," terangnya. 

Baca Juga: IPB University Kembangkan Biobank dan ART untuk Lindungi Badak Jawa dan Sumatra dari Kepunahan

"Selain itu, partisipasi mahasiswa FKUI di LUMC menjadi wujud nyata langkah internasionalisasi Universitas Indonesia dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing global,” pungkas Prof. Ari.