BOGOR, CEKLISSATU–  Hari ini sebanyak 80 ribu siswa baru Sekolah Dasar (SD) mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memastikan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2026/2027 dimulai pada 15 Juli 2026 dengan mengusung konsep MPLS Ramah, yang menekankan kenyamanan, keamanan, dan adaptasi peserta didik tanpa adanya perpeloncoan maupun pungutan.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kabupaten Bogor, Susilawati, mengatakan pelaksanaan MPLS mengikuti kalender akademik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama beberapa hari sebagai masa adaptasi siswa baru dengan lingkungan sekolah.

"Intinya anak-anak berkenalan dengan teman, guru, ruang kelas, perpustakaan, musala, dan seluruh lingkungan sekolah. Tujuannya agar mereka nyaman dan cepat beradaptasi," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Fahira Idris Sampaikan Tujuh Rekomendasi Agar Aturan Pembatasan Gawai di Sekolah Efektif

Ia menegaskan, sekolah dilarang meminta siswa membeli atribut yang tidak memiliki manfaat dalam kegiatan MPLS. Menurutnya, praktik tersebut bertentangan dengan konsep MPLS Ramah yang kini diterapkan di seluruh sekolah.

"Sudah tidak boleh ada kekerasan, perundungan maupun membawa atribut-atribut yang tidak bermanfaat. Fokusnya adalah membuat anak nyaman di lingkungan sekolah," tegasnya.

Selain MPLS, pada 20 Juli 2026 Pemerintah Kabupaten Bogor akan menjalankan program "Kami Mendengar" yang digagas Bupati Bogor. Dalam program tersebut, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga pejabat pemerintah akan menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah sesuai wilayah domisilinya.