KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Entikong merupakan kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Wilayah ini mempunyai kerajinan dan kuliner khas yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Salah satu yang menjadi unggulan adalah kerajinan kalaya. Kerajinan berbentuk anyaman tradisional tersebut dibuat dari bahan-bahan alam, seperti daun pandan hutan, rotan, dan resam.
Baca Juga: Pemkab Bogor Raih Penghargaan Digital Transformation Governance Index Dari UGM, Tingkatkan Layanan Publik
Hasil dari anyaman kalaya sangat beragam, mulai dari keranjang laundry, caping (topi petani), tas, dan keranjang belanja. Kerajinan ini tidak hanya memiliki nilai pakai, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi budaya lokal.
Namun, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kesulitan memasarkan produk kerajinannya karena tidak menguasai pemasaran digital, seperti memotret produk yang menarik, mengelola media sosial, dan menjual secara online.
Untuk itu, Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) beserta Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) berkolaborasi dengan Yayasan Pandu Cendekia mengadakan program pemberdayaan UMKM di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada 26–28 Agustus 2025.
Baca Juga: Fira International Robosport Tournament 2025, Tim Robotika UI Raih Tiga Penghargaan
Kegiatan bertema “Penguatan UMKM di Wilayah Perbatasan” ini bertujuan untuk memberikan berbagai pelatihan kepada warga setempat.
Comment