"Dengan demikian, kurikulum tidak hanya diarahkan agar mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan dan memperoleh pekerjaan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk terus belajar dan beradaptasi sepanjang kehidupan profesionalnya," jelasnya.

Salah satu perhatian utama dalam pelatihan tersebut adalah penerapan pembelajaran berbasis masalah dan proyek.

Prof. Anang menekankan pentingnya mahasiswa terlebih dahulu memiliki kemampuan mengidentifikasi dan memahami masalah, sebelum diarahkan menghasilkan sebuah proyek.

"Dalam desain pembelajaran yang dibahas pada pelatihan tersebut, proses dapat dimulai melalui pendekatan Problem-Based Learning, yaitu mahasiswa mengidentifikasi permasalahan, menganalisis penyebabnya, serta merumuskan alternatif penyelesaian. Selanjutnya, solusi tersebut dapat dikembangkan melalui Project-Based Learning menjadi suatu produk, program, strategi, kampanye, model, atau bentuk intervensi lain yang memiliki manfaat dan dampak," ungkapnya.


Dengan demikian, proyek tidak sekadar menjadi tugas menghasilkan produk pada akhir semester, tetapi merupakan jawaban terhadap persoalan yang telah dianalisis sebelumnya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN FISIP UNIDA Dorong Ekspresi Kreatif Siswa SMP Triwijaya Lewat Zineverse


Mahasiswa juga tetap harus memiliki fondasi keilmuan yang memadai.


“Mahasiswa harus mengetahui teorinya terlebih dahulu, memahami tahapan-tahapannya, kemudian memahami metode yang digunakan. Setelah itu, pengetahuan tersebut diterapkan untuk menyelesaikan persoalan,” menjadi salah satu penekanan dalam pembahasan yang disampaikan Prof. Anang Sujoko.


Prof. Anang juga memberikan perhatian terhadap penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Dalam konteks bidang komunikasi, misalnya, CPMK yang baik tidak berhenti pada kemampuan mahasiswa menjelaskan teori. Pembelajaran perlu mendorong mahasiswa mencapai kompetensi yang lebih aplikatif dan terukur.

Mahasiswa idealnya mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah komunikasi, menyusun strategi komunikasi, menentukan pesan dan media yang sesuai, serta merancang indikator evaluasi program.