FISIP UNIDA sebelumnya juga menghadirkan Dr. S. Bekti Istiyanto, akademisi UPN Veteran Jakarta sekaligus Ketua ASPIKOM periode 2022–2025, dalam lokakarya bersama para dosen. Selain melibatkan pakar, penyusunan kurikulum turut mempertimbangkan masukan dari pengguna lulusan, alumni, serta alumni yang telah berkiprah sebagai praktisi.
Rangkaian tersebut dilakukan agar kurikulum tidak hanya memenuhi aspek administratif pendidikan tinggi, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan profesi, perubahan industri, serta tantangan sosial yang akan dihadapi lulusan.
Tahap berikutnya adalah memastikan seluruh desain kurikulum dapat diterjemahkan secara tepat ke dalam pembelajaran. Atas dasar itulah FISIP Universitas Djuanda mengundang Prof. Anang Sujoko untuk memberikan penguatan kepada para dosen dalam menyusun RPS berbasis OBE.
Dalam paparannya, Prof. Anang menekankan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE harus dimulai dari kejelasan tentang lulusan seperti apa yang hendak dihasilkan.
Menurutnya, profil lulusan tidak seharusnya hanya mencantumkan nama profesi yang mungkin dijalani lulusan, tetapi perlu menjelaskan peran dan kontribusi yang mampu dilakukan lulusan dalam bidang keilmuannya.
Dengan pendekatan tersebut, profil lulusan menjadi lebih luas dan adaptif terhadap perubahan dunia kerja. Seorang lulusan, misalnya, tidak hanya didefinisikan melalui satu jabatan tertentu, melainkan melalui kemampuan dan peran profesional yang mampu dijalankannya.
Ia juga menjelaskan bahwa perumusan CPL perlu diselaraskan dengan ketentuan pendidikan tinggi yang berlaku, termasuk Permendikti Nomor 39 Tahun 2025, dengan memperhatikan empat dimensi penting, yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kecakapan umum, kebutuhan dunia kerja, serta pendidikan sepanjang hayat.
Comment