BOGOR, CEKLISSATU - SDIT ASy-Syukriyyah dan Lembaga Pendidikan Islam Asy-Syukriyyah (LPIA), Cipondoh, Kota Tangerang, melakukan studi banding ke SD Bina Insani, Bogor, Selasa (11/2/2025).

Direktur LPIA Asy-Syukriyyah Fadly Robbi mengatakan, studi banding ke SD Bina Insani tersebut dalam rangka persiapan membuka program kelas bilingual.

“Kami sengaja datang ke SD Bosowa Bina Insani untuk menimba pengalaman mereka menyelenggarakan pendidikan berbahasa Inggris mulai, dari sekolah bilingual hingga menerapkan Kurikulum Cambridge,” kata dia.

Baca Juga: Setelah Tiga Tahun Uji Coba, Kurikulum Merdeka Resmi Jadi Kurikulum Nasional

Sementara itu, Manajer Islamic Studies Bosowa School Asep Sumarsana mengatakan, Bosowa School – yang tersebar di tiga kota: Makassar, Bogor, dan Cilegon – menerapkan empat pilar: Kurikulum Nasional, Kurikulum Cambridge, Islamic Studies, dan Literasi.

“Bosowa School adalah adalah sekolah umum, tapi punya ciri khas Islamic Studies,” ujarnya.

Selanjutnya, Head Division Kurikulum Bosowa School Lies Rahmawati berbagi pengalaman terkait pembukaan program bilingual hingga penerapan Kurikulum Cambridge di Sekolah Bosowa Bina Insani pada umumnya maupun SD Bosowa Bina Insani pada khususnya.

“Salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan untuk membuka program bilingual hingga Kurikulum Cambridge adalah pentahapan dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM),” ujar Lies Rahmawati.