Dalam pemaparannya, Ust. Dea menyoroti realita kehidupan Gen Z yang rentan terhadap gaya hidup konsumtif akibat fenomena YOLO (You Only Live Once) dan FOMO (Fear of Missing Out), serta tantangan aktual seperti pengangguran dan maraknya judi online. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan harta secara kaffah (menyeluruh) dalam Islam, mulai dari cara memperoleh, menggunakan, hingga mengembangkan kekayaan.
"Islam mengajarkan untuk membelanjakan harta sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Perencanaan keuangan syariah bukan hanya soal finansial, tapi juga soal keberkahan hidup," tegasnya.
Ust. Dea juga memaparkan strategi praktis dalam mengelola keuangan, seperti pembagian pendapatan menjadi tiga bagian: konsumsi, investasi, dan dana sosial (zakat, sedekah, wakaf), serta pentingnya pencatatan keuangan, menabung, dan menghindari utang. Ia mendorong peserta untuk mulai berinvestasi di lembaga keuangan syariah dan mempertimbangkan penggunaan asuransi syariah (takaful) sebagai bagian dari proteksi keuangan.
Ketua panitia kegiatan, Hilman Cahya Ramadhan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Comment