KUALA LUMPUR, CEKLISSATU — Dosen Program Studi Sains Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Djuanda, Anisa Cikal Febrianti, S.I.Kom., M.A.P., turut mengawali rangkaian TRIDARMA International Visit and Academic Program 2026 Batch 7 di Malaysia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional yang dirangkaikan dengan forum Perhimpunan Warisan, Budaya, Pendidikan & Erat Dagang Malaysia–Indonesia 2026.


Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 di Inkubator Teknologi Makanan MARA, menjadi agenda pertama dari rangkaian program internasional yang berlangsung selama lima hari, 30 September–4 Oktober 2026. Program yang diselenggarakan oleh ASEANACA Academic Association di Kuala Lumpur tersebut merupakan program internasional yang mengintegrasikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks global. 


Pembukaan kegiatan berlangsung dalam suasana kolaboratif yang mempertemukan unsur akademisi, delegasi, komunitas, serta pelaku kerja sama Malaysia–Indonesia. Salah satu pesan yang disampaikan dalam pembukaan datang dari Datuk Syahbandar Zuber Bakri, selaku Ketua Perhimpunan Warisan, Pendidikan dan Erat Dagang Malaysia–Indonesia.


Dalam sambutannya, Datuk Syahbandar Zuber Bakri mengajak para peserta untuk terlibat dalam jejaring dan keanggotaan organisasi sebagai bagian dari upaya memperluas aktivitas kerja sama dan memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi kedua negara.


“Insya Allah, melalui keanggotaan ini kita dapat bersama-sama mengikuti berbagai aktivitas di dalam dan luar negara untuk membantu meningkatkan ekonomi Indonesia. Malaysia dan Indonesia harus terus bersatu seperti kakak dan adik.”
Pesan tersebut mempertegas semangat kegiatan yang mengedepankan hubungan antarkedua negara melalui kerja sama pendidikan, budaya, dan ekonomi. Semangat tersebut juga sejalan dengan tema kegiatan yang mengusung pesan “Satu Rumpun Satu Warisan Satu Pasaran Seribu Peluang.”
Sementara itu, Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt., C.A., CMA., CFA., PIA., ASEAN CPA., President of ASEAN Academic Association (ASEANACA), dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dimensi kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Prof. Tulus, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan beretika. Kehadiran para akademisi dan peserta dalam kegiatan internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kontribusi dan aktivitas nyata.
“Pembangunan yang baik bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga pembangunan yang kemanusiaan. Kita hadir di sini untuk bersama-sama memberikan kontribusi melalui pendidikan, pelayanan, dan aktivitas nyata.”
Pesan tersebut menjadi landasan penting bagi rangkaian kegiatan TRIDARMA International Visit and Academic Program 2026 Batch 7 yang memang dirancang untuk memperluas wawasan global, kemampuan komunikasi, jejaring, serta kolaborasi internasional bagi dosen dan mahasiswa. 
Dalam rangkaian kegiatan perdana tersebut, Dosen Sains Komunikasi Universitas Djuanda, Anisa Cikal Febrianti membawa perspektif keilmuan Sains Komunikasi melalui materi “Managing Communication in the Digital Era: Handling Messages, Relationships, and Professional Reputation.”
Materi tersebut merupakan bagian dari kegiatan international community service dan membahas pentingnya kemampuan mengelola komunikasi di tengah perkembangan teknologi digital, terutama dalam membangun pesan, hubungan, dan reputasi profesional. Materi ini menempatkan komunikasi sebagai sebuah proses yang perlu direncanakan, diorganisasikan, disampaikan melalui saluran yang sesuai, kemudian dievaluasi berdasarkan umpan balik. 
“Komunikasi di era digital bukan sekadar mengirim pesan, tetapi bagaimana kita memahami audiens, memilih saluran yang tepat, serta membangun hubungan dan reputasi profesional secara bertanggung jawab.”jelasnya.
Konteks Malaysia–Indonesia dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai komunikasi lintas budaya. 
Pembelajaran tersebut relevan dengan tujuan program TRIDARMA International Visit and Academic Program 2026 Batch 7 yang mendorong pengalaman lintas budaya, memperluas wawasan global, serta terlibat dalam aktivitas akademik dan sosial di lingkungan internasional. 
Dari pihak Universitas Djuanda, Dr. Rizal Syamsul Ma’arif, S.H., M.H., selaku Ketua Rombongan, menilai kegiatan Community Service Internasional Malaysia–Indonesia menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat kewirausahaan yang telah menjadi bagian dari sejarah dan warisan masyarakat Nusantara.
“Sebagai Ketua Rombongan, kami memandang kegiatan Community Service Internasional Malaysia–Indonesia bertema ‘Kembalikan Jiwa Dagang Nusantara Abad 21’ sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat kewirausahaan yang telah menjadi bagian dari warisan masyarakat Nusantara sejak dahulu.”Ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mengoptimalkan potensi produk dan kreativitas, serta memanfaatkan teknologi dan jejaring perdagangan modern.
Kegiatan pada 30 September 2026 menjadi pembuka perjalanan akademik dan kolaborasi internasional yang akan berlangsung hingga 4 Oktober 2026. 
Setelah kegiatan perdana tersebut, peserta akan mengikuti berbagai agenda lanjutan, antara lain visiting lecturer, university visit dan academic engagement, benchmarking, international conference, student competition, academic collaboration, student mobility, serta Festival Pendidikan dan Budaya Nusantara 2026. 
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk tidak hanya memperoleh pengalaman akademik internasional, tetapi juga membangun jejaring, memperkenalkan budaya Indonesia, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara.