JAKARTA, CEKLISSATU - Timnas Indonesia melakukan latihan jelang lawan Bahrain dalam lanjutan kualifikasi piala Dunia 2026 zona Asia. Latihan tersebut latihan perdana setelah mengalami kekalahan dengan Australia dengan skor telak 1-5 dikandang Australia.
Pantauan di lokasi, Mees Hilgers, Sandy Walsh, dan Ole Romeny absen pada latihan sore ini. Dengan begitu, hanya ada 26 pemain Timnas Indonesia yang berlatih.
Hilgers dan Sandy mengalami cedera saat menghadapi Australia pada Kamis (20/3) lalu. Kondisi mereka sebelumnya sudah diungkap oleh dokter Timnas Indonesia, Alfan Nur Asyhar.
Dokter Alfan menjelaskan Sandy tidak mengalami patah tulang dan kondisinya terus membaik, sementara Hilgers masih harus menjalani pemeriksaan MRI. Jadi kemungkinan, keduanya absen karena masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk Romeny cukup menjadi pertanyaan. Pasalnya, pemain Oxford United itu tidak ada kabar mengalami cedera sebelumnya. Maka dari itu, menjadi pertanyaan mengapa striker berusia 24 tahun itu harus absen latihan jelang melawan Bahrain.
Dibawah arahan Patrick Kluivert, Garuda kembali menempa diri. Bukan sekadar pemulihan fisik, tetapi juga ujian mental bisakah mereka bangkit dan menebus kekecewaan masyarakat Indonesia?
Tanggal 25 Maret 2025 menjadi penentuan. Bahrain menanti di hadapan mereka, bukan sebagai lawan yang mudah. Tim yang baru saja menjuarai Piala Teluk Arab 2025 itu datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Takefusa Kubo, bintang Jepang, bahkan memperingatkan Indonesia soal ancaman yang mereka bawa.
“Mereka terorganisir dan memiliki pemain bagus yang bisa bertahan hingga garis depan,” ujar Kubo.
Namun, Timnas Indonesia punya satu kekuatan besar, Gelora Bung Karno, Stadion yang mampu menampung lebih dari 70.000 penonton itu bukan sekadar tempat bertanding, tetapi benteng semangat yang membakar asa. Suara nyanyian, kibaran merah-putih, dan gemuruh tribun bisa menjadi senjata tambahan yang memukul mental lawan.
Bagi Kluivert, laga ini adalah lebih dari sekadar pertandingan. Ini soal harga diri, soal membuktikan bahwa Indonesia masih punya peluang menuju Piala Dunia 2026. Ekspektasi besar membebani pundaknya, dan tak sedikit yang menilai hasil buruk bisa menjadi awal dari desakan perubahan di kursi kepelatihan.
Kini, segalanya ada di tangan para pemain. Dengan strategi yang matang, mentalitas baja, dan dukungan penuh dari suporter, Garuda punya peluang untuk membalikkan keadaan. Malam penuh euforia bisa tercipta—atau justru menjadi ujian paling berat. Jawabannya akan tersaji di GBK.
Comment