SOLO, CEKLISSATU - Stadion Manahan, Solo, akan menjadi saksi pertemuan sengit antara Timnas Indonesia dan Filipina dalam lanjutan fase grup Piala AFF 2024. Laga ini menjadi ujian penting bagi skuad asuhan pelatih Shin Tae-yong untuk membuktikan kualitas mereka di turnamen bergengsi Asia Tenggara ini.
Zein Alhadad, mantan pemain timnas era 80-an, optimistis dengan peluang kemenangan Indonesia. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada kedisiplinan dan fokus penuh sepanjang pertandingan.
"Saya rasa Indonesia unggul, dengan catatan tidak coba-coba. Konsentrasi penuh, tidak lengah, dan disiplin dalam bertahan, menyerang, serta transisi positif maupun negatifnya harus baik. Finishing juga harus dimaksimalkan, pemain depan harus bisa bikin gol," ujar Alhadad yang biasa dipanggil Mamak.
Komentar Alhadad menjadi pengingat penting bagi lini depan Garuda yang kerap kesulitan mencetak gol di laga-laga sebelumnya.
Pandangan Coach Habib Mamak, pengamat sepak bola nasional, menyoroti problematika finishing Indonesia dengan nada humor.
"Gimana mau menang kalau susah bikin gol, he he. Kayak Alhadad lawan Oman, dua gol, lawan China, satu gol, he he," canda Habib, merujuk pada prestasi Alhadad di masa jayanya.
Ucapan Habib menjadi tantangan tersendiri bagi para penyerang Indonesia seperti Dendy Sulistyawan dan Ramadhan Sananta untuk menunjukkan taring mereka di laga nanti.
Filipina dikenal dengan gaya bermain keras dan mengandalkan fisik pemain naturalisasi mereka. Dengan pertahanan yang solid, mereka kerap menyulitkan lawan yang kurang sabar dalam membongkar lini belakang.
Jika Indonesia mampu tampil disiplin, menghindari kesalahan kecil, dan menyelesaikan peluang dengan baik, kemenangan menjadi target realistis. Dengan catatan lini depan mampu menjawab ekspektasi.
Akankah Garuda membuktikan tajinya di Solo? Semua akan terjawab Sabtu malam nanti.
Comment