BANDUNG, CEKLISSATU -- Partai final Piala Presiden 2025 antara Oxford United vs Port FC akan diramaikan dengan atraksi drone dalam jumlah yang cukup banyak di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (13/7).
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025 Maruarar Sirait mengatakan atraksi itu dilakukan agar final lebih marak dan mempunyai kesan yang berbeda.
"Besok (Minggu) itu ada atraksi drone. Doain ya, semoga lancar. Drone-nya cukup banyak lah," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditanya soal hiburan sebelum laga final.
Agar penutup Piala Presiden berjalan lancar Ara beserta seluruh panitia melakukan geladi resik. Meski sudah larut, persiapan jelang final harus dilakukan demi kelancaran acara.
Partai finalnya sendiru akan mempertemukan Oxford United dari Inggris versus Thai Port FC. Oxford dari Thailand. Keduanya merupakan juara Grup A, sedangkan Oxford merupakan juara Grup B.
Dapat dipastikan partai pamungkas ini akan berlangsung ketat dan sengit. Maklum keduanya diperkuat oleh pemain pemain yang berkelas. Adu teknik dan skill individu akan mewarnai pertandingan tersebut .
Port yang dibela Asnawi Mangkualam berasal dari Thailand dan Oxford yang diperkuat Marselino Ferdinan dari Inggris. Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dipastikan absen memperkuat Oxford di laga final karena mengalami cedera berat.
Keduanya tak ingin dipermalukan. Oxford pasti tak ingin kalah dengan klub Asia Tenggara. Sebaliknya Port namanya akan melambung bila mampu mengalahkan Oxford. Selain mengincar gelar dan hadiah Rp5,5 miliar ini pertarungan gengsi.
Disinggung tentang penonton pada laga final, Maruarar yakin akan lebih ramai. Alasannya di perebutan peringkat ketiga, jumlah penonton sebanyak 4.530 orang. Saat final, jumlahnya akan meningkat.
"Lain bila Persib masuk final, pasti lebih ramai lagi, tapi ya sekarang lumayan juga. Ini bukti tidak ada pengaturan skor," kata pria yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman ini.
Laga final Piala Presiden 2025 antara Oxford United vs Port FC akan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB.
Comment