JAKARTA, CEKLISSATU - Warga pemukim di kota Bakhmut Ukraina terpaksa diungsikan. Militer terpaksa menggunakan kendaraan lapis baja untuk proses evakuasi.
Warga sipil dievakuasi karena semakin sulit untuk meninggalkan daerah tersebut.
“Orang-orang memanggil kami, kami memberitahu mereka waktu dan membiarkan mereka mengemas barang-barang penting. Dan kemudian kami membawa mereka ke sini,” kata seorang tentara, dilansir dari AFP.
Pengungsi dibawa ke sejumlah daerah ke lokasi yang dianggap dapat berlindung. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak warga sipil yang masih tersisa di Bakhmut yang pernah menjadi rumah bagi sekitar 70.000 orang itu.
Pertarungan untuk kota industri yang terkepung telah menjadi yang terpanjang dan paling berdarah dalam serangan Rusia selama setahun di negara tersebut.
Kiev mengatakan pada hari Senin bahwa pasukan Moskow "sangat jauh" dari merebut kota itu, menolak klaim kelompok tentara bayaran Wagner bahwa mereka telah mengibarkan bendera Rusia di gedung administrasi kota.
Presiden Vlodymyr Zelenskyy mengakui bahwa situasinya sangat tegang dan memuji kerja para pembela kota.
Comment