BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkungan pemerintahan daerah. 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bandung, Irfan Wibowo, menyebut proses penyelidikan masih berlangsung intensif di lapangan.

“Sejauh ini, tim kami masih bekerja di lapangan. Proses ini memang memerlukan waktu karena cukup panjang, bisa berbulan-bulan. Namun yang pasti, semua langkah ini dilakukan demi terwujudnya Bandung yang lebih baik dengan prinsip utama good governance," kata Irfan saat ditemui di Bandung, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga: Pasca Diperiksa Kejari Kota Bandung, Wakil Wali Kota Erwin Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Irfan mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penetapan terhadap sejumlah temuan. 

Ia menjelaskan, proses penetapan ini berkaitan dengan penguatan alat bukti yang kini sedang dianalisis oleh penyidik.

“Penetapan itu nanti terkait alat bukti yang sedang kami lengkapi dan optimalkan. Sebelumnya memang ada aktivitas bisnis tertentu yang sedang kami telusuri lebih jauh. Kami juga sudah memanggil beberapa pihak yang dianggap mengetahui duduk perkara ini,” jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Muhamad Farhan Hormati Pemeriksaan Wakilnya oleh Kejari sebagai Saksi Terkait Dugaan Korupsi

Menurut Irfan, penyidik Kejari Bandung juga telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi  untuk memperkuat proses penyidikan. 

Salah satu pihak yang diperiksa menjalani pemeriksaan selama lebih dari tujuh jam, dengan sekitar 28 pertanyaan diajukan oleh tim penyidik.

“Semua proses berjalan sesuai prosedur. Kami tidak menuduh atau mengancam siapa pun, tapi memastikan bahwa setiap langkah hukum dilakukan secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung Erwin Diperiksa 7 Jam oleh Kejari Terkait Dugaan Korupsi Penyalahgunaan Wewenang

Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa penyelidikan ini sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi dan penegakan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Ini bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang clean and good governance. Kalau Bandung ingin maju, maka tata kelola pemerintahannya juga harus kuat dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan,” tutupnya.