BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah berlangsung selama 22 hari.

Penutupan operasi dilakukan melalui apel resmi yang di pimpin oleh SAR Mission Coordinator (SMC), yaitu kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, serta dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta perwakilan keluarga korban.

Keputusan tersebut diambil setelah seluruh upaya pencarian dan evaluasi teknis dilaksanakan secara maksimal oleh Tim SAR gabungan untuk mencari korban longsor Cisarua.

Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Cisarua Bandung Ditutup, 15 kantong Jenazah Masih Menunggu Identifikasi di Pos DVI Polda Jawa Barat

Dalam keterangannya, Kepala SAR Bandung, Ade Dian Permana menyampaikan, bahwa selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim berhasil mengevakuasi 101 bodypack, dengan 83 korban telah berhasil diidentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).

“Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap para korban. Ini adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan sepenuh hati,” ujarnya.

Sejak hari pertama, operasi dilaksanakan dalam kondisi yang tidak mudah.

Baca Juga: Hari ke-8 Pencarian Korban Longsor Cisarua, DVI Polda Jabar Sabtu Siang Terima Empat Kantong Jenazah

Medan longsoran yang labil, cuaca yang berubah-ubah, serta potensi longsor susulan menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.

Meski demikian, Kata Ade, unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tim DVI, relawan, dan masyarakat setempat tetap bekerja tanpa henti.

Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam pelaksanaan operasi. Setiap proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional, guna memastikan keamanan personel sekaligus menjaga martabat para korban longsor Cisarua.

Baca Juga: Hari Ketujuh Pencarian Longsor Cisarua Bandung Barat, DVI Polda Jawa Barat Terima Total 60 Kantong Jenazah

Dalam apel penutupan, Basarnas menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.

“Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” katanya.

Hingga operasi resmi ditutup, Ade mengatakan, terdapat 20 jiwa yang belum berhasil ditemukan.

Baca Juga: 3 Kantong Jenazah Diterima DVI Polda Jabar dari Hasil Pencarian Korban Longsor Cisarua, Satu di Antaranya Ternyata Tulang

Keputusan penghentian operasi diambil melalui evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel.

“Penutupan ini adalah batas formal fase tanggap darurat pencarian. Namun komitmen kemanusiaan dan empati kami kepada keluarga korban tidak pernah berhenti,” ujarnya.

Kepala SAR Bandung, Ade Dian menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi selama 22 hari tersebut.

Baca Juga: 3 Kantong Jenazah Diterima DVI Polda Jabar dari Hasil Pencarian Korban Longsor Cisarua, Satu di Antaranya Ternyata Tulang

Sinergi antara aparat TNI, Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi cerminan solidaritas dalam menghadapi bencana.

“Di lokasi ini, kita melihat kemanusiaan melampaui sekat institusi dan seragam. Semua hadir dengan satu tujuan: menyelamatkan dan memuliakan sesama manusia,” katanya.