BOGOR, CEKLISSATU - Menteri Lingkungan Hidup Hidup Faisol Nurofiq menyoroti perubahan lanskap Kabupaten Bogor, yang ditenggarai adi penyebab banjir di Jabodetabek beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk segera mengambil langkah korektif guna menanggulangi dampak dari perubahan lanskap Kabupaten Bogor itu.
Menurutnya, keseimbangan lingkungan di Kabupaten Bogor harus dijaga agar tidak berdampak lebih luas, termasuk ke wilayah hilir seperti Jakarta.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Minta Warga Jakarta yang Miliki Lahan di Puncak Bogor Stop Bangun Villa
Untuk itu, tambah Rudy Susmanto, pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk mencari solusi terbaik.
"Kita akan program penghijauan, serta penertiban terhadap bangunan yang berdiri di kawasan terlarang akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami," tegas Rudy Susmanto.
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah pusat dan aparat penegak hukum berkomitmen untuk mengembalikan kawasan itu ke fungsi awalnya sebagai daerah resapan air.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan 10 Hari ke Depan Pembersihan Sisa Banjir di Bojong Kulur Tuntas
Dengan adanya upaya konkret tersebut, kata Rudy, diharapkan kejadian bencana akibat alih fungsi lahan secara masif dapat dicegah di masa mendatang.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, bahwa sejak tahun 2010, kawasan seluas 15.000 hektar tersebut memiliki fungsi utama sebagai hutan lindung, taman nasional, dan kawasan resapan air.
Comment