JAKARTA, CEKLISSATU - Sebanyak 6,4 juta data pengguna kartu kredit PT Bank Central Asia (BCA) diduga bocor dan di perjual belikan dalam sebuah forum peretas, pada tanggal 22 juli 2023. Data tersebut, meliputi alamat, nomor handphone, dan lainnya. 

Data tersebut di jual ke BreachForum, adalah sebuah wadah para hacker dunia untuk melakukan jual beli atau sekedar membocorkan data hasil pembobolan secara gratis. 

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn telah memastikan BCA selalu melakukan pengamanan data, dengan menerapkan strategi dan standar keamanan secara berlapis serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital. 

Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidik, SMPN 1 Citeureup Gelar IHT

"Dapat  sampaikan bahwa kami telah melakukan pengecekan, dan data yang diklaim beredar tersebut berbeda dengan data yang dimiliki oleh BCA," kata dia, dalam keterangan resminya dikutip dari CNN Indonesia 

Hera memastikan, BCA selalu melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan, secara berlapis serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah.

Dugaan virus pop-up

Modus terbaru yang muncul di aplikasi BCA Mobile berbentuk notifikasi pop-up yang disebut bisa menguras isi rekening, viral di media social. 
Dalam pop-up itu dijelaskan bahwa virus yang masuk ke dalam Handphone pengguna dalah virus berbentuk Trojan dengan logo aplikasi Picsart. Virus ini dapat menyebabkan perangkat bisa diakses dari jarak jauh tanpa otorisasi.

"Jika M-Banking kamu muncul seperti ini, jangan sekali-kali diklik untuk hapus virus, karna saldo kamu akan terkuras. Biarkan sehari atau 2 hari kemudian tampilan virus nya akan hilang dg sendirinya dan M-Banking akan bisa dibuka kembali," ujar akun @hurrykorn di twitternya.

bca-virus.webp
Tangkapan Layar Pengguna Akun Twitter @hurrykorn

Akun tersebut mengkonfirmasi kepada bank BCA  atas dugaan modus scam itu. akun resmi bank BCA meresponnya dan memberi himbauan kepada nasabah untuk tidak melakukan klik apapun. 

"Kami menghimbau agar nasabah tidak melakukan klik apapun yang muncul di pesan tersebut," kata BCA lewat akun Twitternya.

Jika anda terlanjur melakukan klik. BCA telah menghimbau segera uninstall aplikasi BCA Mobile dan hubungi Halo BCA melalui 15000888 atau aplikasi HaloBCA.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia  Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya belum menerima laporan kerugian dari nasabah, dia pun meyakini isu tersebut adalah hoaks yang disebarkan di media social.

“Ini kreasi di sosial media yang mengada-ada, menakut-nakuti nasabah membuat mereka gamang,” kata Jahja dalam paparan kinerja semester I 2023 secara virtual, Senin (24/7). Ujarnya. 

Namun dari pakar kemanan siber dari AwanPintar.id Yudhi Kukuh mengakatkan modus penipuan di BCA serupa dengan modus surat undangan pernikahan yang dikirim lewat Whatsapp. 

Yudhi menyarankan untuk tidak mengklik apapun yang muncul secara tiba – tiba di Handphone anda dan langsung close saja aplikasinya. 

"Pokoknya kalau muncul jangan sekali-kali mengklik tombol keluar sekalipun. Langsung close saja aplikasinya," Ujarnya.

Penulis: Zhafran Bahifaris 
Fakultas : Sains Komunikasi Universitas Djuanda