BOGOR, CEKLISSATU – Kebakaran rumah terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (11/12/2024), sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan seorang balita berusia 22 bulan meninggal dunia.
Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di rumah milik JS. Berdasarkan keterangan saksi, tetangga korban bernama Y (58), dirinya mendengar suara seperti kayu bambu terbakar. Ketika keluar rumah, Y melihat asap tebal keluar dari atap rumah JS.
“Saksi Y langsung berteriak meminta pertolongan di jalan raya. Kemudian, dua warga lainnya, A dan W, membantu menghentikan mobil pemadam kebakaran yang kebetulan melintas," ungkapnya.
Baca Juga : Dinkes Kota Bogor Catat ada Peningkatan Kasus HIV/AIDS, Ini Langkah Pencegahannya
"Berkat respons cepat, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api dalam waktu lima menit,” tambahnya.
Namun, malang bagi korban, seorang balita berinisial AJ (22 bulan), yang saat kejadian sedang tidur di dalam kamar. Ibu korban, R (35), diketahui sedang bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangga.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas pemadam kebakaran menemukan korban di kamar yang terbakar. Korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Leuwiliang, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat luka bakar yang parah.
Baca Juga : Libur Nataru, Pemkab Bogor Bakal Larang Bus Melintas di Jalur Puncak, Dishub Sebut Ini Sebabnya
Polisi menduga kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting listrik di kamar depan rumah.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan meminta jenazah segera dimakamkan. Proses pemakaman telah selesai dilakukan oleh keluarga.
“Api berhasil dipadamkan berkat bantuan pemadam kebakaran, dan proses penyelidikan penyebab kebakaran sudah selesai,” tutup Kompol Agus.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya korsleting listrik, khususnya di musim hujan yang meningkatkan risiko kebakaran.
Comment