BANDUNG, CEKLISSATU - Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2024, Inspektorat Kota Bandung menyelenggarakan seminar dan workshop penulisan sajak bertema "Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju".

Plh. Inspektur Kota Bandung Riki Fachdiar Iskandar mengatakan, Hari Antikorupsi Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen publik dalam melawan korupsi.

Menurutnya, bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia, integritas, kesadaran publik, dan sistem pengawasan yang efektif sebagai langkah nyata dalam memberantas korupsi.

Baca Juga : OTT di Pekanbaru KPK Amankan Uang Rp6,8 Miliar, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka

"Korupsi adalah musuh besar yang merugikan tidak hanya secara finansial, tetapi juga moral bangsa. Saya berharap acara ini mampu melahirkan agen-agen perubahan yang berperan aktif dalam menyebarkan nilai antikorupsi," ujar Riki, dalam keterangannya, Rabu 11 Desember 2024.

Selain memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor swasta.

Riki menyampaikan, tiga pesan penting dalam upaya pemberantasan korupsi, yaitu memperkuat integritas individu, meningkatkan edukasi kesadaran publik, dan menciptakan sistem pengawasan yang efektif.

Baca Juga : Massa Dari Empat Pilar Mahasiswa Kabupaten Bogor Menggelar Aksi, Berikut Ini Tuntutan yang Disampaikan

"Tebarkan kebaikan sekecil apapun. Ini tugas kita semua," tambahnya.

Melalui kegiatan seminar Hari Antikorupsi Sedunia, diharapkan menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa korupsi bukan hanya dosa hukum, tetapi juga dosa moral yang harus diberantas hingga ke akarnya.

"Mari kita jadikan diri kita insan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga : Cegah Potensi Tindak Asusila di Ruang Publik, LRT Jabodebek Bakal Punya Gerbong Khusus Wanita

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bandung ingin menunjukkan komitmen nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai antikorupsi, tidak hanya sebagai upaya seremonial, tetapi sebagai langkah berkelanjutan untuk menciptakan Indonesia yang maju dan bersih dari korupsi.