JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi mengatakan, Provinsi Banten sebagai pusat manufaktur nasional namun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi salah satu tertinggi nasional, dimana per Februari 2025 yakni berada di angka 6,69 persen.
Untuk mengurangi pengangguran terbuka, kata Adde Rosi, perlu adanya solusi komprehensif melalui pembukaan lapangan kerja serta penguatan pendidikan yang selaras (link and matcha) dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Tidak bisa dipungkiri bahwa permasalahan pengangguran di Provinsi Banten ini cukup tinggi. Dan ini bukan hanya di Banten saja, rata-rata provinsi besar juga mengalami tingkat pengangguran terbuka yang tinggi,” ujarnya dikutip dari keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Provinsi Banten, menurutnya, perlu terus membuka membuka lapangan kerja baru, sekaligus memastikan sistem pendidikan berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Ia menilai Banten sebagai daerah industri seharusnya menjadi kekuatan dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan pemuda.
"Solusinya, Banten harus bisa membuka lapangan kerja, tetapi juga harus memberikan pendidikan yang link and match dengan dunia usaha dan dunia industri yang ada. Sekolah vokasi, jenjang S1, S2, hingga S3 harus mendukung keberadaan industri yang cukup banyak di Banten," ujarnya.
Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Bogor Kembali Adakan Bursa Kerja ke-3, Tersedia Ribuan Loker
Politisi fraksi partai Golkar itu menambahkan, bahwa upaya penurunan pengangguran juga membutuhkan dukungan program lintas sektor, termasuk dari Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah pusat.
"Perlu ada sinergi antara pendidikan, industri, dan kebijakan ketenagakerjaan untuk menekan angka pengangguran pemuda secara berkelanjutan," tegas Adde Rosi.
Comment