Dengarkan Masukan Peserta
Menurut Adi, Harpelnas juga menjadi kesempatan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk mendengarkan kebutuhan dan masukan peserta. Salah satunya terkait pengingat pembayaran iuran setiap bulan.
“Peserta juga sering meminta kami untuk mengingatkan pembayaran iuran. Kesibukan terkadang membuat mereka lupa memenuhi kewajibannya. Karena itu, literasi yang kami berikan bukan hanya mengenai pembayaran iuran, tetapi juga tentang layanan dan manfaat perlindungan yang mereka dapatkan sebagai peserta,” ungkap Adi.
Ia menegaskan, pelayanan sepenuh hati menjadi komitmen seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol.
Peserta dan keluarganya, kata dia, tidak hanya dipandang sebagai pengguna layanan, tetapi bagian dari keluarga besar BPJS Ketenagakerjaan.
“Artinya, kita menjadi satu keluarga besar. Kami sebagai karyawan, peserta, dan keluarganya harus saling mengingatkan. Peserta mengingatkan kami agar terus berbenah, dan kami juga terus berupaya memberikan layanan yang terbaik,” paparnya.
Adi menambahkan, pelayanan dengan ketulusan penting karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Padahal, risiko sosial seperti kecelakaan kerja, meninggal dunia, maupun kehilangan pekerjaan dapat terjadi kapan saja dan berdampak terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga.
“Ketika tulang punggung keluarga mengalami risiko dan meninggal dunia, tentu kondisi ekonomi keluarga dapat langsung terdampak. Apalagi sebagian besar pekerja informal memperoleh penghasilan secara harian. Itu sebabnya kita harus hadir dengan tulus. Teman-teman di Grogol harus selalu menganggap peserta sebagai keluarga,” tegasnya
Comment