JAKARTA, CEKLISSATU - Era digital menciptakan nilai-nilai baru bagi masyarakat dan merupakan era yang baru juga. Nilai-nilai Pancasila yang mengandung latar belakang dan budaya Indonesia ini dapat terkikis atau hilang dalam kehidupan masyarakat. Menanamkan nilai Pancasila di Era digital akan mencegah kita untuk terpengaruh dari pengaruh asing, terhindar dari berita hoax, terbuka dan toleran terhadap suatu peristiwa yang sedang Trending di ruang digital.
Semakin berkembangnya teknologi, maka semakin banyak pula masalah di era digitalisasi. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan guna pembentukan moral.
Patrick Jonathans selaku Station Manager Thomson News Radio Bali mengatakan, bahwa ruang digital atau dunia maya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern saat ini.
Baca Juga : Dipergoki Pengemudi, Pencuri Aki Mobil di Cibinong Bogor Ditangkap Polisi
Dengan membangun nilai Pancasila di ruang digital, diharapkan dapat membantu mengurangi berbagai bentuk tindakan negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan yang dapat merusak keharmonisan dan persatuan dalam masyarakat. “Dengan membangun nilai Pancasila di ruang digital, masyarakat diharapkan dapat memahami dan menghargai perbedaan serta membangun keterbukaan dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara online,” kata Patrick dalam seminar online yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama DPR RI, Ngobrol Bareng Legislator dengan tema ‘Membangun Nilai Pancasila di Ruang Digital’ pada Minggu 26 Maret 2023.
Hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, positif, dan berkualitas untuk kepentingan bersama.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan mengatakan, perbedaan antara digitalisasi dan transformasi digital yaitu kalau digitalisasi adalah proses mengonversi aspek fisik dari proses dan alur kerja bisnis anda menjadi aspek digital.
“Digitalisasi merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan transformasi digital. Transformasi digital memiliki cakupan yang lebih luas yang menciptakan pergeseran budaya yang dominan dalam organisasi,” ujar Krisantus.
Dia menambahakan, transformasi digital adalah semua hal tentang membuka nilai dalam proses bisnis dan melepaskannya kembali ke pelanggan serta cukup gesit untuk menggunakan data dan analitik untuk menciptakan pengalaman baru yang inovatif.
Dosen Ilmu Komunikasi Univ. Kristen Satya Wacana Salatiga, Budhi Widi mengatakan, transformasi digital berkaitan dengan dunia pendidikan yaitu terdapat inovasi digital di bidang pendidikan, menghasilkan aktor, struktur, praktik, nilai dan keyakinan yang baru dalam dunia pendidikan.
Akibatnya adalah mengubah, mengancam, mengganti atau melengkapi aturan permainan yang ada dalam organisasi, ekosistem, industry atau bidang pendidikan.
“Adapun beberapa strategi transformasi digital di bidang pendidikan yaitu memaksimalkan infrastruktur digital, visi global dalam transformasi digital dan sistem digital pembelajaran nasional,” kata Budhi.
Ada beberapa manfaat transformasi digital dibidang pendidikan yaitu evaluasi hasil belajar, meningkatkan hasil belajar dengan analisis data, menciptakan suasana belajar kolaboratif, menjadikan kurikulum semakin modern dan meningkatkan sinergy antara orangtua dan pendidik.
Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menilai, teknologi informasi kini tidak bisa dilepaskan dari sendi-sendi kehidupan manusia, bahkan telah mengubah cara manusia dalam beraktivitas dan bekerja.
“Namun, ini juga mempertegas bahwa kita menghadapi era disubsi teknologi. Untuk itu, kita harus percepat kerja sama dalam mewujudkan agenda transformasi digital Indonesia, dengan menjadikan masyarakat madani berbasi teknologi,” tutup Semuel.
Comment