JAKARTA, CEKLISSATU - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Hajj Command Center atau pusat kendali haji, di Gedung Siskohat Lantai 1 Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), Jakarta.

Hajj Command Center didesain sebagai pusat kendali data dan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji.

Mulai dari data jemaah haji, data pelunasan, pengisian kuota dan open seat, pergerakan jemaah dari Indonesia dan di Arab Saudi, data kepulangan jemaah, serta data jemaah wafat dan sakit.

Baca Juga:   Ini Dia Kuota Keberangkatan Calon Haji di Kota Bogor dari Kemenag  

Direktur Jenderal PHU, Hilman Latief mengatakan, Hajj Command Center memudahkan untuk bersama memantau dari berbagai sisi dan tempat.

"Selain itu, Hajj Command Center juga menjadi bagian dari upaya kita untuk memperbaiki proses operasional haji, dimana di dalamnya sudah termasuk sarana pengaduan (Kawal Haji) dan call center," kata dia, dikutip dari laman keterangannya, Kamis (8/5/2025).

Hilman mengatakan, pendirian HCC merupakan kelanjutan dari seluruh proses panjang transformasi digital yang telah dilakukan Ditjen PHU. 

Baca Juga: Targetkan Embarkasi Haji Mandiri, Pemkab Bogor akan Bangun Pusat Pelayanan Terpadu di Area Stadion Pakansari

"Dari pertama kali membuat database bernama Siskohat yang sudah sangat luar biasa, yang saat ini sudah berumur lebih kurang 30 tahun," tambah Hilman.

Hajj Command Center, lanjut Hilman, juga dapat dioptimalkan dalam konteks pengambilan keputusan dan suplai data yang real time. 

"Kita coba bawa ke level yang lebih praktis dan lebih nyaman untuk dipresentasikan," imbuhnya.

Baca Juga: Miliki Kuota Haji Terbesar di Indonesia, Bupati Bogor Pastikan Layanan Maksimal Bagi Jemaah TPHD

Sementara itu,  Sekretaris Ditjen PHU M. Arfi Hatim menjelaskan bahwa gagasan Hajj Command Center muncul saat diskusi bersama terkait pengendalian secara komprehensif operasional haji 1446H/2025M.

"Hajj Command Center ini menampilkan sembilan layar (dashboard) yang kami anggap sudah representatif dengan menampilkan data dan informasi yang penting khususnya pada masa operasional haji tahun ini," terang Arfi.

Selain ada fitur pengaduan masyarakat, Hajj Command Center juga dapat mempermudah pimpinan dalam memperoleh data yang cepat dan akurat dalam upaya pengambilan kebijakan, melalui integrasi dan analisis data yang dilakukan.

Baca Juga: Pelepasan Pemberangkatan Jemaah Calon Haji Kabupaten Bogor Tahun 2025

Selain HCC, Ditjen PHU juga meluncurkan aplikasi Satu Haji atau Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji. 

Aplikasi yang berbasis seluler (mobile apps) ini merupakan integrasi dari dua aplikasi sebelumnya yaitu Haji Pintar dan Umrah Cerdas.

Satu Haji menawarkan beragam kemudahan bagi jemaah umrah dan haji serta masyarakat luas dalam mengakses layanan dan informasi terkait penyelenggaraan haji dan juga umrah. Dengan aplikasi ini, calon jemaah juga dapat mendaftar haji dengan mudah melalui fitur pendaftaran haji secara elektronik.

Baca Juga: Waktu Pelunasan Biaya Haji untuk Tiga Provinsi Ini Diperpanjang, Ada Jawa Barat

"Satu Haji merupakan rebranding dari aplikasi-aplikasi sebelumnya, dan dapat digunakan sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan secara online dan sarana informasi yang dapat diakses seluas-luasnya," jelas Arfi Hatim.