JAKARTA, CEKLISSATU – Dibalik lancarnya perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melintasi kawasan Daop 1 Jakarta, terdapat sistem kelistrikan yang sangat vital bernama Listrik Aliran Atas (LAA). Sistem ini tidak hanya menjadi sumber daya utama penggerak KRL, tetapi juga menopang sistem persinyalan dan telekomunikasi yang sangat krusial dalam operasional perkeretaapian modern.
LAA adalah sistem kelistrikan utuh yang mencakup gardu traksi, jaringan catenary (kawat atas), sistem distribusi daya, fasilitas pendukung, hingga perangkat proteksi. Energi listrik yang digunakan berasal dari PLN dan dikonversi di gardu traksi menjadi arus searah (DC) 1.500 volt untuk KRL dan arus bolak-balik (AC) 6.000 volt untuk sistem sinyal.
“Peran LAA sangat fundamental. Tanpa suplai listrik dari sistem ini, KRL tidak akan dapat beroperasi, dan sistem pengendalian perjalanan kereta pun akan terganggu,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.
Untuk menjaga keandalan sistem tersebut, Daop 1 Jakarta didukung oleh 156 personel teknis yang tergabung dalam Unit Listrik Aliran Atas (LAA). Mereka tersebar di 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Resort LAA yang strategis, dan bertugas melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala pada seluruh perangkat instalasi kelistrikan.
Comment