JAKARTA, CEKLISSATU - Kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak, pernyataan ini sering muncul dan menjadi pertanyaan di benak banyak orang ketika melihat kereta api melaju dengan kecepatan tinggi di rel.

Kereta api memiliki massa yang sangat besar, sehingga membutuhkan jarak yang cukup panjang untuk berhenti sepenuhnya.

PLH. Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Tohari memberikan penjelasan kenapa kereta api tidak bisa berhenti mendadak.

Baca Juga : Pasca Gempa Bandung Magnitudo 4,9, Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Kembali Normal

“Kereta api tidak bisa berhenti seketika karena massa dan momentum yang sangat besar. Saat kereta melaju dengan kecepatan tinggi, gaya dorong yang dihasilkan oleh berat dan kecepatannya menciptakan momentum yang besar, yang membutuhkan jarak dan waktu yang cukup untuk berhenti,” kata Tohari, Minggu 6 Oktober 2024.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi jarak berhenti kereta api.

Baca Juga : Pemeriksaan Jalur Selesai, Kereta Cepat Whoosh Kembali Beroperasi dengan Kecepatan Maksimum 160 kmh  

1. Kecepatan

 Semakin cepat kereta melaju, semakin lama dan lebih jauh waktu berhenti yang diperlukan.

2. Massa Kereta

Kereta api memiliki berat yang sangat besar, terutama ketika menarik banyak gerbong. Ini menambah momentum dan membuatnya lebih sulit untuk dihentikan.

3. Gesekan

Rel kereta api memiliki gesekan yang sangat rendah dengan roda kereta, yang berarti sedikit gaya yang bekerja untuk memperlambat kereta secara tiba-tiba.

4. Sistem Rem

Meskipun kereta dilengkapi dengan sistem rem yang kuat, termasuk rem udara, rem ini memerlukan waktu untuk bekerja dengan efektif karena harus mengurangi kecepatan secara bertahap agar tidak terjadi kerusakan atau tergelincir.

“Oleh karena itu, kereta membutuhkan jarak yang cukup jauh untuk berhenti dengan aman, tergantung pada kecepatannya dan kondisi rel,” pungkas Tohari.