Menurutnya, ketersediaan hunian yang dekat dengan pusat aktivitas pekerjaan sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh.
“Kami melihat Griya Pekerja ini bukan hanya proyek fisik, tapi juga program sosial yang membawa dampak langsung bagi pekerja dan keluarganya. Dengan lokasi yang dekat kawasan industri dan transportasi umum, pekerja bisa menekan biaya transportasi dan pengeluaran harian,” ujar Multanti.
Ia menambahkan, konsep hunian transit selama tiga tahun yang diterapkan juga sejalan dengan upaya mendorong pekerja untuk lebih mandiri dan mempersiapkan kepemilikan rumah permanen di masa depan.
Baca Juga: Dukung Rencana Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Fahira Idris Sampaikan 3 Rekomendasi
Multanti juga menjelaskan, kehadiran Griya Pekerja menunjukkan bahwa manfaat layanan BPJS Ketenagakerjaan kini tidak hanya terbatas pada program perlindungan utama seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kehilangan Pekerja (JKP).
Program ini menjadi bentuk perluasan manfaat layanan tambahan yang memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup peserta. Dengan adanya hunian sewa yang terjangkau, pekerja dapat lebih mudah mengalokasikan pendapatannya untuk tabungan jangka panjang dan perencanaan kepemilikan rumah sendiri.
“Kami optimis Griya Pekerja akan menjadi solusi nyata bagi pekerja dalam mendapatkan hunian yang layak, strategis, dan terjangkau. BPJS Ketenagakerjaan di tingkat kantor cabang siap mendukung penuh melalui sosialisasi, pemberian informasi, dan pendampingan kepada perusahaan serta pekerja yang ingin mendaftar sebagai calon penghuni,” tutup Multanti.
Comment