Dalam refleksinya, Romo Kolonel (Sus) Yos Bintoro, Pr, mengutip pesan kasih universal "Amor omnia vincit", kasih mengalahkan segalanya (Roma 13:8-10), serta menyerukan agar umat "berangkat dari etika ketaatan menuju etika tanggung jawab," sebagaimana diajarkan oleh teolog moral Berhard Haering. 

Ia menegaskan, pelayanan di lingkungan TNI dan Polri harus berakar pada spiritualitas tanggung jawab pribadi kepada Allah (Roma 14:7-12) dan semangat gembala yang menemukan kembali domba yang hilang (Lukas 15:1-10).

Baca Juga: Ordinariatus Castrensis Indonesia Turut Ambil Bagian Perdana dalam SAGKI 2025

Rencana transformasi OCI ke depan diarahkan pada penyelesaian persoalan sosial dengan pendekatan sejarah dan antropologi, pembinaan "alat negara yang beriman Katolik", serta kebijakan pembinaan yang lebih desentralistis dan berkeadilan.

OCI juga melihat peluang kerja sama lintas lembaga dengan Kementerian Pertahanan, Kepolisian RI, pemerintah daerah, serta keuskupan setempat untuk memperluas pelayanan pastoral bagi anggota TNI-Polri dan keluarganya.

IMG_20251107_052522.webp
DELEGASI KEUSKUPAN: Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri, yang dipimpin oleh Romo Kolonel (Sus) Yos Bintoro, Pr, merumuskan sejumlah langkah strategis sebagai tindak lanjut Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025.

"Pelayanan bagi aparat negara yang beriman Katolik bukan hanya tentang mendampingi secara rohani, tetapi juga menghadirkan wajah Gereja yang humanis dan membawa damai di tengah masyarakat," ujar Romo Yos Bintoro, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga: Ketum KONI Pusat Lantik  PBFI 2025-2029, Semangat Sportivitas Atlet Tanpa Doping

Delegasi OCI menegaskan komitmennya untuk terus "bergerak bersama tidak hanya dalam aksi, tetapi dengan kekuatan Roh Kudus, demi memenangkan hati dan pikiran rakyat."