KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyambut kedatangan Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang. Rudy Susmanto mengungkapkan, untuk pertama kalinya Mahkota Binokasih kembali ke Kabupaten Bogor setelah ratusan tahun, Senin (21/04/2025). 

Kedatangan Mahkota Binokasih menjadi simbol titik awal kebangkitan Bumi Tegar Beriman, Kuta Udaya Wangsa.
 
Kirab Panji dan Mahkota Binokasih dilaksanakan dari SMK Negeri 1 Cibinong menuju Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Senin (21/04/2025). 

Mahkota Binokasih merupakan benda pusaka peninggalan kerajaan Sunda yang berpindah ke Kerajaan Sumedang Larang

Baca Juga: Kirab Panji dan Mahkota Binokasih Disambut Antusias Ribuan Warga dan Pelajar Kabupaten Bogor

Mahkota ini dibuat pada abad ke-14 oleh Prabu Bunisora Suradipati dari Kerajaan Galuh. Terbuat dari emas murni seberat sekitar 8 kilogram, Mahkota Binokasih dihiasi dengan batu giok lokal. 

Mahkota ini melambangkan kebesaran dan legitimasi kekuasaan raja-raja Sunda.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor mengucapkan selamat datang di Kabupaten Bogor

Merupakan suatu kebanggaan kami warga Kabupaten Bogor bisa melihat kembali secara langsung mahkota yang meninggalkan Kabupaten bogor sekian ratus tahun yang lalu, alhamdulillah hari ini ada di tengah-tengah kita bersama.

Baca Juga: Kirab Panji dan Mahkota Binokasih Hadir Menandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi Bogor ke 543
 
“Pertama kalinya Mahkota Binokasih kembali ke Kabupaten Bogor, dan kami kirab bersama-sama masuk ke kantor Pemerintah Kabupaten Bogor,” ucap Rudy Susmanto.
 
Rudy Susmanto menambahkan, terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada Kabupaten Bogor, Mahkota Binokasih diperkenankan untuk dapat singgah satu malam di Kabupaten Bogor

IMG_20250421_192215.webp
SAMBUT MAHKOTA BINOKASIH: Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyambut kedatangan Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang. Rudy Susmanto mengungkapkan, untuk pertama kalinya Mahkota Binokasih kembali ke Kabupaten Bogor setelah ratusan tahun, Senin (21/04/2025).

Hal ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi kami dan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor
 
“Singgahnya Mahkota Binokasih menjadi simbol titik awal kebangkitan Bumi Tegar Beriman dengan semboyan Kuta Udaya Wangsa,” ungkap Rudy Susmanto.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto: Momen Bersejarah, Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Kirab Budaya Mahkota Binokasih
 
Rudy Susmanto menuturkan, Mahkota Binokasih bukan sekedar peninggalan sejarah, lebih dari itu merupakan simbol martabat dan legitimasi kekuasaan raja-raja Sunda. 

Kirab Mahkota Binokasih di Kabupaten Bogor merupakan salah satu bagian dari pelestarian sejarah dan kemajuan budaya.
 
"Kirab yang disaksikan ini bukan hanya akan menjadi tontonan saja, namun menjadi pengingat akan harga diri nenek moyang kita pada masa lalu yang membentuk jati diri masyarakat Sunda masa kini,” tandas Rudy Susmanto.
 
Rudy Susmanto juga mengucapkan terima kasih bukan sekadar bisa melihat sebuah mahkota, tapi juga atas dukungan yang diberikan oleh Keraton Sumedang Larang kepadanya dan Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) memimpin masyarakat Kabupaten Bogor

"Kami mohon doa dari para kyai, para ulama, para sesepuh," tutur Rudy Susmanto.
 
“Kami hanya punya pemikiran, kami hanya punya tenaga, kami hanya punya keikhlasan hati ingin membangun Kabupaten Bogor agar lima tahun ke depan lebih aman, lebih adil dan makmur,” lanjut Rudy Susmanto.
 
Radya Anom Luky Djohari Soemawinata dari Kerajaan Sumedang Larang menjelaskan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ini bukan hanya sekadar barang pusaka yang dijaga dan dirawat. 

Menurut dia, mahkota bersejarah ini menjadi simbol kasih sayang, kebijaksanaan, dan identitas budaya masyarakat Sunda.

“Dengan membawa mahkota ini dari Sumedang ke Kabupaten Bogor, menjadikan Kirab Panji dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake bukan hanya bentuk seremoni," ujarnya. 

"Tetapi juga sebuah langkah edukatif dan reflektif dalam memperkenalkan kembali jati diri bangsa yang berakar pada peradaban luhur Nusantara,” jelasnya.
 
Usai prosesi kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Kepemimpinan Berlandaskan Filosofi Mahkota Binokasih

Hadir pada acara tersebut di antaranya Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Raden Luky Djohari Soemawilaga beserta permaisuri. Salatin Asyrof Azzahro Trah Kesultanan, Andi Syahriansyah Alwi A. 

Forum Dzurriyat Kesultanan Banten, Tubagus Irwan Kurniawan. Kesultanan Riau Lingga, Teungku Armizan Al Quds. Kerajaan Pajajaran, Raden Zubair. Kerajaan Samudera Pasai, Syarif Haji Teuku Badrudin Syah.