JAKARTA, CEKLISSATU -- Penentuan awal puasa Ramadan akan ditentukan melalui siding Isbat yang akan digelar oleh pemerintah pada 28 Februari 2025.

Sebelumnya, Muhammadiyah secara resmi telah mengumumkan awal puasa Ramadan 2025, yang akan jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025.

Tanggal penetapan awal Ramadhan ini merujuk kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Kamariah, termasuk awal Ramadhan 1446 Hijriah.

Sementara itu, untuk tanggal puasa dan Idul Fitri bagi sekolah, tiga Kementerian telah sepakat membuat skema libur awal puasa Ramadan 2025 dengan membuat program belajar dari rumah.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Warga Jabodetabek Cucurak di Teras Leweng Awi

Dan tanggal puasa 2025 telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 

Penetapan tersebut tertuang dalam SKB Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024. 

Tahun 2025 akan memiliki total 27 hari libur yang terdiri atas 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama.

Libur sekolah awal puasa dalam aturannya, ada lima hari awal puasa untuk siswa belajar di rumah. 

Baca Juga: Awas Ada Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadan hingga 15 persen, Warga Harus Bijak Berbelanja  

Libur sekolah tetapi tetap belajar secara mandiri sesuai instruksi sekolah. Jadwalnya yaitu tanggal 27 Februari 2025, 28 Februari 2025, 3, 4, dan 5 Maret 2025.

Pada tanggal tersebut, kegiatan pembelajaran digelar secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah atau madrasah atau satuan pendidikan keagamaan. 

Kemudian masuk sekolah sementara. Terdapat jadwal masuk sekolah bulan puasa selama 14 hari sesuai SKB tiga menteri. 

Yaitu tanggal 6 hingga 25 Maret 2025 Selama dua minggu, pembelajaran dilaksanakan di sekolah atau madrasah atau satuan pendidikan keagamaan.