BOGOR, CEKLISSATU - Biro Keuangan dan Umum Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat kordinasi pengelola keuangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan BGN yang bertempat di SICC Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 6300 peserta dari Kareg Korwil dari seluruh Indonesia serta perwakilan Akuntan dari dapur dapur yang ada di wilayah DKI , Jabar , Banten , Jateng , Jatim , DIY

 
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak badan tersebut berdiri pada Agustus 2024. 


Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Keuangan BGN, Dadan menegaskan bahwa dalam waktu lebih dari satu tahun, BGN berhasil melakukan ekspansi besar-besaran secara nasional.

Baca Juga: Kepala BGN: Indonesia Butuh Inovasi Teknologi Pangan untuk Sokong MBG


“Badan Gizi Nasional ini lahir 15 Agustus 2024. Saat saya dilantik, saya sendirian, tidak ada protokoler. Sekarang, pegawai pusat sudah hampir 500 orang dan kita punya gedung sendiri,” ujar Dadan.


Ia menjelaskan, hingga akhir 2025, BGN telah membentuk sekitar 18.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 509 kabupaten dan 7.022 kecamatan. Menurutnya, ekspansi tersebut menjadi yang tercepat sepanjang sejarah.