Ketua Pelaksana Muskorda, Bayu Rahman mengatakan, Sesar Lembang merupakan ancaman nyata yang perlu perhatian semua pihak. Potensi gempa bumi dari Sesar Lembang itu bukan untuk ditakuti, tetapi harus diwaspadai dan dimitigasi buat mengurangi dampak risikonya.

"Sesar Lembang membentang dari wilayah utara Bandung hingga ke Padalarang, Kabupaten Bandung Barat merupakan sesar aktif yang berpotensi menimbulkan gempa signifikan. Masyarakat harus menyadarinya, sehingga bisa melakukan mitigasi bencana," kata Bayu.

Di sisi lain, lanjut dia, potensi wisata di kawasan Bandung utara terus berkembang pesat. Tantangan yang muncul kemudian ialah bagaimana pengembangan wisata dapat berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan TKW Asal Garut, Satreskrim Polres Cimahi Dalami Motif Pelaku

"Dengan pertimbangan itulah kami mengadakan seminar ini. Harapannya, acara ini bisa mendorong sinergitas yang lebih baik antara pemerintah daerah, lembaga penelitian atau akademisi, pengelola wisata, dan media massa dalam memitigasi potensi Sesar Lembang," katanya.

Di seminar itu, sejumlah narasumber hadir sebagai pembicara. Di antaranya ialah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edi Hidayat dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryarman yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar.