JAKARTA, CEKLISSATU - Pemerintah akan menambah bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Namun, tambahan tersebut bila terdapat kelebihan dana APBN.
"Nanti kalau APBN-nya ada uang lebih, nanti akan kami, insya Allah akan kami tambahkan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikutip dari Belasting.id, Rabu 10 Agustus 2022.
Pada tahun ini, pemerintah masih memberikan beberapa bantuan sosial seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU), PKH, BMK, BLT minyak goreng.
Bantuan tersebut cair pada bulan Agustus 2022. Disamping itu masih ada program lain seperti Kartu Prakerja dan beberapa bansos lainnya.
Jokowi berpesan, jika menarima bantuan sosial untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Seperti bantuan modal kerja senilai Rp 1,2 juta, harus digunakan untuk tambahan modal kerja atau modal usaha.
"Jangan dibelikan handphone. Kalau bisa, dipakai untuk tambahan modal kerja, modal usaha. Kalau enggak, ya dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang produktif. Jangan dipakai untuk beli pulsa," katanya.
Sementara terkait BLT, Jokowi menyarankan agar uang bantuan tersebut digunakan untuk membeli sembako.
Pemerintah akan mengubah alokasi anggara Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor kesehatan ke bantuan sosial. Langkah ini karena penyerapan anggaran PEN sektor kesehatan tak akan besar melihat dari kasus covid-19 yang sudah terkendali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, sejauh ini realisasi penyerapan anggaran sektor kesehatan tidak optimal. Hal ini karena kasus pandemi Covid-19 tahun ini lebih terkendali dibanding tahun sebelumnya.
"Penyerapan dana PEN sektor kesehatan tidak akan optimal karena kasus Covid-19 ini relatif sudah terkendali," kata Airlangga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, 5 Agustus 2022.
Anggaran PEN untuk sektor kesehatan ini pun akan direlokasi ke sektor lain. Salah satunya untuk mendukung sektor produktif, semisal bantuan sosial dalam program PEN. "Ini akan digunakan untuk mendukung sektor produktif," kata Airlangga.
Dana PEN sektor kesehatan diperkirakan bakal dipakai untuk program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BLT Minyak Goreng, BLT Desa, Kartu Prakerja dan Bantuan Tunai PKL, Warung dan Nelayan. Sehingga bisa mendorong daya beli masyarakat kelas bawah untuk bertahan.
Hanya saja Airlangga tidak menyebutkan rincian anggaran yang bakal direlokasi. Meski begitu dia berharap dengan tambahan dana tersebut bisa menahan dampak inflasi di sektor pangan kepada masyarakat.
"Dengan program ini diharapkan bisa tahan inflasi pangan," katanya.
Comment