BOGOR, CEKLISSATU - Menggunakan scrub badan seringkali menjadi andalan untuk mendapatkan kulit yang halus dan bercahaya. Banyak produk body scrub di pasaran yang memiliki buliran-bulira besar dan tajam, yang justru dapat merusak lapisan pelindung kulit daripada membuatnya lembut bercahaya. Selain itu menggosok kulit dengan terlalu keras saat menggunakan scrub dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan.
Scrub dengan tekstur kasar dan partikel besar memang terasa "berfungsi" karena memberikan sensasi menggosok yang kuat. Namun, partikel kasar seperti kulit kenari atau biji aprikot yang hancur memiliki tepian tajam yang tidak rata . Saat digosokkan ke kulit, partikel-partikel ini dapat menciptakan mikro-abrasi atau luka kecil tak kasat mata pada permukaan kulit .
Luka mikro ini mungkin tidak terlihat secara kasat mata namun dapat merusak lapisan pelindung kulit atau istilah lainnya yaitu skin barrier. Akibatnya, kulit kehilangan kelembapan alaminya dan menjadi kering, kasar, dan rentan iritasi. Menggosok dengan tekanan yang berlebihan hanya akan memperparah kondisi ini bukan memperbaiki keluhan kulit. Karena itulah, para ahli dermatologi sering menyarankan eksfoliasi kimiawi (menggunakan AHA/BHA) yang lebih terkontrol dibandingkan eksfoliasi fisik dengan scrub kasar. Bulir pada scrub badan dirancang untuk tubuh otomatis lebih kasar dan besar. Maka dari itu sangat tidak disarankan digunakan pada bagian wajah, partikel kasar ini dapat menyebabkan iritasi, peradangan, bahkan infeksi karena kulit wajah lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri. Tindakan ini juga bisa merusak skin barrier yang sudah tipis, memicu kulit kering, breakout (jerawat), hingga munculnya noda hitam (hiperpigmentasi) akibat peradangan mikro pada kulit wajah.
Baca Juga: Biar Gak Salah Gabungin Warna Outfit: Begini Cara Tau Skin Tone Kulit!
Untuk sebagian besar jenis kulit, eksfoliasi fisik dengan scrub cukup dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu. Memberi jeda waktu di antara sesi eksfoliasi sangat penting agar kulit memiliki kesempatan untuk membangun kembali lapisan pelindungnya dan meregenerasi sel-sel baru yang sehat. Namun jika digunakan denhan cara yang tidak tepat dan kandungan yang terlalu kasar, terlalu sering, atau dengan tekanan berlebihan, beberapa konsekuensi serius bisa terjadi seperti mengakibatlan kulit menjadi kering kasar bersisik, peradangan kulit, hingga iritasi.
Comment