JAKARTA, CEKLISSATU – Nilai-nilai Pancasila perlu untuk ditanamkan dalam menghadapi tantangan perkembangan era digital yang semakin maju.

Human Capital Manager At Muktinational Company, Freddy Marolop Siagian mengatakan, budaya Pancasila ini dan nilai-nilai Pancasila harus tetap melekat pada era digital saat ini dengan menanamkannya.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila sangat penting diterapkan agar masyarakat digital atau netizen memiliki batasan, panduan, dan rambu-rambu dalam membuat konten.

Baca Juga : Tinggalkan Dolar AS, Negara ASEAN Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal

“Maka akan terlahir konten-konten yang positif dan berkualitas. Jika hal ini terus berkembang maka akan lahir karya-karya anak bangsa yang berkualitas di sosial media,” katanya dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Karakter Pancasila Sebagai Landasan Bermedia Digital, Sabtu 6 Mei 2023.

Sementara itu Kepala Biro Humas Universitas Merdeka Malang, Ana Mariani menjelaskan beberapa tantangan di era digital.

Tantangan tersebut di antaranya cyberbullying, kesenjangan gender dalam pekerjaan teknologi, kekhawatiran akan keamanan data pribadi, tuntutan untuk melakukan multitasking, penyebaran disinformasi dan hoaks, serta ketergantungan pada teknologi.

Menurutnya, perlu ada kesadaran dan upaya dari semua pihak untuk mengatasi tantangan tersebut dan memperkuat posisi Pancasila di era digital.

“Peran kita dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila sangat penting, karena Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mencakup lima nilai yang menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ana.

Selanjutnya Anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI Mar. (Purn) Sturman Panjaitan mengatakan, masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

Nilai Pancasila, lanjut Sturman, juga harus dipahami dan ditananamkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menggunakan medsos.

“Memang banyak tantangan dari luar, tapi Pancasila tidak akan terganti. Pancasila dapat menyatukan kita dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” ujarnya.

Disamping itu Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.

Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegaskan era disrupsi teknologi.

Kementrian Kominfo bersama gerakan nasional literasi digital serta jejaringnya juga hadir untuk memberikan perhatian informasi digital yang menjadi kemampuan digital di tingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital," tutup Semuel.