JAKARTA, CEKLISSATU - Media sodia (medsos) sudah menjadi kebutuhan di dunia digital sekarang ini. Semua bebas berekspresi di medsos, untuk itulah pentingnya menanamkan nilai-niali Pancasila di ruang digital.
Semakin berkembangnya teknologi, maka semakin banyak pula masalah di era digitalisasi. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan guna pembentukan moral.
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bersama DPR, mengadakan seminar literasi digital dengan tema ‘Membangun Nilai Pancasila Di Ruang Digital’, Senin 27 Februari 2023.
Baca Juga : Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Pemdes Tegal Bakal Buat Wisata Tematik di Persawahan
Anggota Komisi I DPR, Mohammad Idham Samawi menyebut, Pancasila mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan agama dan Pancasila tidak berbenturan dengan agama dan adat istiadat di seluruh Indonesia.
Idham mengatakan, pergerakan media pada saat ini sudah beralih ke media sosial dan ruang digital dimana sudah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu, adapun ancaman ancaman di ruang digital terdapat narasi narasi yang bisa memecah belah bangsa yang terserbar secara terstruktur, sistematis dan masif.
“Kita harus menerapkan nilai-nilai Pancasila di setiap silanya dalam kehidupan kita sehari-hari, dimulai dari hal-hal terkecil kita termasuk di ruang digital,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA), Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, bahwa pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital.
“Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital,” kata Semuel.
Wakil Bupati Kabupaten Bantul, Joko B. Purnomo memyebut, harus diakui bahwa ketika berbicara tentang medsos, kita cenderung sulit untuk mengendalikan bahkan ketika ada hal yang ingin disampaikan.
Ada rambu-rambu yang bernama etika, etika dalam berbicara politik, ekonomi, bisnis, bahkan dalam berkomunikasi dengan masyarakat digital.
“Disini perlunya kontrol konten medsos dan ada keterkaitannya dengan bagaimana kita bisa menitipkan Pancasila didalam konten-konten tersebut,” ucap Joko.
“Yang pertama adalah dengan dimulai dari diri kita masing-masing sebagai warga masyarakat sebagai pemangku kepentingan dimana Pancasila ini sudah final sebagai dasar negara kita yang bisa membawa kebahagiaan,lalu dilanjutkan dengan lingkungan keluarga masing- masing dengan memberikan Pendidikan, pengertian, pendampingan kepada keluarga kita massing-masing, terkait dengan penggunaan HP atau penggunaan sarana digital,” tambahnya.
Menurut Joko, selain itu, nilai Pancasila harus ditanamkan di lingkungan Pendidikan kita mulai dari dasar hingga ke tinggi dan bahkan disektor non formal harus berani dan memulai untuk Pancasila ini ditanam kan betul di dalam kurikulum Pendidikan sehingga pemahaman tentang Pancasila dapat tertanam dari sejak usia dini.
Terakhir, Direktur Utama Sinergi Live, Bonny Prasetia mengatakan, setiap orang ketika memasuki Era Digital, secara otomatis dirinya telah menjadi warga negara digital. Memiliki tanggung jawab (meliputi hak dan kewajiban) untuk melakukan seluruh aktivitas bermedia digitalnya berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan, yakni Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika akan mengarahkan kita pada aktivitas digital yang pancasilais, cirinya adalah toleransi keberagaman, bersikap demokratis, mengutamakan Indonesia diatas kepentingan pribadi dan golongan, dan gotong-royong,” tutupnya.
Comment