JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Diabetes kini bukan lagi penyakit usia lanjut. Pola hidup tidak sehat, kurang olahraga, dan konsumsi gula berlebihan membuat generasi muda semakin rentan terkena diabetes tipe 2.
Dengan gaya hidup modern yang serba cepat dan cenderung tidak sehat, Diabetes telah menjelma menjadi ancaman nyata bagi generasi muda, dan yang ang menyerang usia muda berpotensi menimbulkan komplikasi lebih cepat.
Risiko gangguan jantung, ginjal, mata, hingga saraf bisa muncul di usia produktif. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga menghambat produktivitas dan kualitas hidup jangka panjang. Selain itu, dampak psikologis dan sosial juga tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Ini Tujuh Cara Sederhana untuk Turunkan kadar Gula Darah Secara Alami
Diabetes yang saat ini telah menyerang generasi muda disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Malnutrisi (mengalami masalah gizi) sejak lahir
Kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin yang meningkatkan risiko diabetes pada anak-anak.
2. Pola makan tidak seimbang
Konsumsi makanan manis, makanan olahan, dan makanan kurang serat akan meningkatkan kadar gula darah dan risiko diabetes.
3. Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup tidak aktif dan kurang berolahraga akan menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan meningkatkan risiko Diabetes .
4. Obesitas
Kelebihan berat badan, ditandai banyaknya lemak di sekitar perut, akan meningkatkan risiko Diabetes pada anak-anak dan remaja. Walaupun demikian, penderita diabetes tipe 5 tidak selalu obesitas, karena penderitanya juga banyak yang kurus.
5. Faktor genetik
Riwayat keluarga dengan Diabetes juga meningkatkan risiko seseorang menderita diabetes . Riwayat keluarga tidak selalu diturunkan dari orang tua kepada anaknya, namun juga dapat diturunkan dari kakek neneknya kepada cucunya (generasi kesatu kena, generasi kedua lepas, tetapi generasi ketiga kena lagi).
6. Perubahan gaya hidup modern
Perubahan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat termasuk kurang aktivitas fisik dan tingginya stress di era modern turut memicu peningkatan risiko diabetes pada generasi muda.
Baca Juga: Disandingkan dengan Ginseng, Ini Keajaiban Tanaman Kelor untuk Manusia
Pencegahan Diabetes pada Generasi Muda
Diabetes pada generasi muda dapat dicegah dengan upaya-upaya sebagai berikut:
1. Menerapkan pola makan sehat
Kurangi konsumsi makanan manis (terutama berpemanis), makanan olahan, dan minuman berkarbonasi. Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan serat.
2. Rutin berolahraga
Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari akan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah, sehingga kondisi badan akan semakin sehat dan bugar.
3. Menjaga berat badan ideal
Agar berat badan ideal, setiap orang juga harus memahami tentang indeks masa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang, Hal ini sangat penting dalam menghindari obesitas. Upaya yang dilakukan berupa menjaga pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang.
Baca Juga: Suka Konsumsi Buah Naga? Ini Manfaat yang Bakal Kamu Dapat
4. Berhenti merokok
Rokok dapat merusak sel pankreas yang memproduksi insulin dan meningkatkan risiko Diabetes .
5. Kelola stres
Stres dapat mempengaruhi kadar gula darah. Pengelolaan stres dengan baik melalui olahraga, yoga, meditasi, dzikir atau hal lain sangat penting. Di samping diabetes , penyakit lain juga dipengaruhi tingkat stres seseorang.
6. Pengecekan gula darah secara rutin
Periksa kadar gula darah secara rutin untuk mendeteksi dini penyakit diabetes. Dengan adanya program pemerintah berupa cek kesehatan gratis, tentunya sangat membantu seseorang untuk memastikan kadar gula darahnya. Apalagi pada momen-momen tertentu, ada organisasi yang memfasilitasi cek kesehatan gratis.
Comment