JAKARTA, CEKLISSATU - Untuk pertama kalinya dalam 60 tahun terakhir, populasi di China mengalami penurunan.

China memiliki 1,41260 miliar pada 2021. Pada akhir 2022, China memiliki 1,41175 miliar orang. Hal itu berarti bahwa populasi China turun turun 850.000, yang menandai Itu artinya menandai periode panjang penurunan populasi, seperti dikutip dari The Guardians, Selasa 17 Januari 2023.

Penurunan populasi China tersebut dianggap bakal mengganggu stabilitas ekonomi.

Baca Juga : Setelah 60 Tahun, Populasi China Turun

Populasi kemungkinan akan cenderung turun dari sini di tahun-tahun mendatang. Ini sangat penting, dengan implikasi terhadap potensi pertumbuhan dan permintaan domestik,” kata presiden dan kepala ekonom di Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang, seperti dikutip dari CNN, Selasa 17 Januari 2023.

Tingkat kelahiran di China juga turun ke rekor terendah jadi 6,77 kelahiran per 1.000 orang, turun dari 7,52 pada tahun sebelumnya. Pada 2022 terdapat sekitar 9,56 juta bayi yang lahir di China, lebih rendah dibandingkan dengan 10,62 juta bayi yang lahir pada 2021. 

Padahal ada dorongan dari pemerintah agar lebih banyak pasangan menikah dan memiliki anak.

Hal tersebut dilakukan setelah pemerintah menyadari, pembatasan justru berkontribusi pada populasi yang menua dengan cepat dan menyusutnya tenaga kerja. 

Hal tersebut dapat sangat mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial negara tersebut. Pemerintah China lantas mengumumkan mengizinkan pasangan menikah untuk memiliki dua anak untuk menahan penurunan angka kelahiran.