CIANJUR, CEKLISSATU - Satu bulan lebih terjadi gempa di Cianjur, Jawa Barat hingga kini warga korban gempa masih tinggal ditenda-tenda darurat dan Hunian Sementara (Huntara). Dengan kondisi tersebut, warrga memnita kejelasan pencairan bantuan rumah rusak yang sampai saat ini tak kunjung ada kepastian.
Ade (45) salah satu warga Kampung Garogol, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang menuturkan, dirinya bersama keluarga saat ini masih tinggal di tenda darurat, namun Ade harus kehilangan ibunya akibat tertipa bangunan rumah saat gempa terjadi. Pemerintah kata Ade sudah memberikan uang santunan kematian namun dirinya hanya berharap kepastian bantuan uang pembangunan rumah rusak segera cepat terealisasi.
“Kami sudah satu bulan lebih di tenda darurat pak sudah tidak betah, saya inginnya bantuan pembangunan rumah rusak itu yang dipercepat agar saya bisa kembali bangun rumah. Lihat saja rumah saya sudah rata dengan tanah. Kami tidak mau pak ditenda terus,” ujarnya.
Baca Juga : Kedelai Mahal, Pengusaha Tempe Curhat ke DPR
Selain Ade, korban gempa lainnya yakni Samhuri (48) warga kampung Cipicung, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang mengatakan hingga saat ini pencairan bantuan rumah rusak belum ada kejelasan. Padahal kata Samhuri, ditempat tinggalnya merupakan salah satu terparah dampak gempa dan sudah di data tim dari BNPB.
“Gak tau pak kapan ini cairnya saya mau cepat-cepat bangun rumah saya yang sudah rata dengan tanah. Sekarang saya minta kepastian kapan cairnya karena sudah tidak nyaman juga lama-lama ini istri dan anak-anak saya tinggal ditenda,” keluhnya.
Sementara itu terpisah, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan akan ada pengumuman dari BNPB di masing-masing wilayah desa yang warganya mengalami kerusakan rumah. Nantinya kata Herman warga yang terdampak bisa melihat pengumuman tersebut.
"Informasi dari BNPB akan diumumkan di kantor-kantor Desa, kalau merasa belum terdata, cepat laporkan nantinya warga yang tidak terdata bisa mengajukan ke masing-masing desa," ujar Herman.
Comment