CIANJUR, CEKLISSATU - Sejumlah pengungsi dari beberapa kecamatan yang terdampak gempa bumi, mengikuti kegiatan cek kesehatan yang digelar Puskesmas Cikalongkulon.
Hal ini dilakukan, bertujuan untuk mengetahui kondisi para pengungsi tersebut dilaksakanan di Aula Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu, 10 Desember 2022
Ketua Pelacakan Kasus Pengungsi Cikalongkulon Deden mengatakan, bahwa kondisi pengungsi dalam keadaan sehat, hanya ada beberapa yang terserang batuk pilek, Ispa, diare, serta ada juga yang darah tinggi.
"Kegiatan hari ini, kita skrining bagi pengungsi pengungsi yang datang dari daerah Cugenang, daerah Pacet, dan daerah Warungkondang," katanya.
Kata dia, sebelumnya selain terjun langsung ke daerah terdampak, seperti Kecamatan Cugenang dan sekitarnya, pihak puskesmas hanya memeriksa kondisi pengungsi yang datang ke Puskesmas.
"Selama ini kan kita hanya nunggu di puskesmas saja, sementara kalo hanya di puskesmas saja itu tidak terlalu banyak yang kita ketahui jadi kita turun langsung ke lapangan jemput bola ke desa desa yang ada pengungsi dari wilayah terdampak gempa bumi," imbuhnya.
Deden menyebutkan, bahwa Pemeriksaan di Desa Cinangsi tersebut, merupakan kegiatan awal.
"Untuk kegiatan ini baru kali ini, karena kalo kemarin kan kita ditugaskan untuk ke daerah terdampak di Cugenang. Jadi dari 11 Desa yang ada pengungsinya itu baru desa Cinangsi ini yang pertama kita lakukan pemeriksaan," kata H. Deden.
H. Deden menyebutkan bahwa jumlah pengungsi di Wilayah Desa Cingasi berjumlah 223 jiwa.
"Pengungsi ini tidak mendirikan tenda dan mereka tinggal di sanak sodaranya dan jumlahnya dari data sendiri itu ada 223 orang cuman ada yang sudah pulang," ungkapnya.
H. Deden menghimbau kepada para pengungsi yang ada di Wilayah Kecamatan Cikalongkulon agar memeriksakan dirinya ke Puskesmas.
"Kepada para pengungsi kami menghimbau jika ada keluhan sakit atau misal ada luka akibat tertimpa reruntuhan waktu gempa segera ke Puskesmas untuk kontrol, kalo tidak memeriksakan diri takutnya bekas lukanya itu infeksi kita tidak mau kalo terjadi sakit lebih parah lagi," tandasnya.
Baca Juga : Kedatangan WNA ke Indonesia Bertambah Usai KUHP Disahkan
Terpisah, Koordinator Posko Kecamatan Cikalongkulon Adam Hidayat mengatakan, bahwa jumlah pengungsi di Wilayah Kecamatan Cikalongkulon berjumlah 2146 Jiwa.
"Untuk ter Up date kemarin, jumlah pengungsi ada 2146 orang, mereka warga Cugenang, Pacet dan Karangtengah juga ada," katanya.
Adam yang merupakan pegawai dari Dinas Sumber Daya Air, Provinsi Jawa Barat itu juga mengiyakan bahwa kondisi pengungsi saat ini dalam keadaan sehat, namun ada beberapa yang mengalami gangguan pernapasan.
"Kondisi kesehatan pengungsi kalo kita lihat saat ini mereka sehat, hanya ada beberapa yang mengalami gangguan pernafasan atau ispa namun sudah ditangani pihak kesehatan," pungkasnya.
Adam juga mengatakan, saat ini pengungsi membutuhkan sembako dan juga popok.
"Kalau untuk air bersih mereka tidak sulit, karena mereka tinggal bersama keluarganya, namun ada kebutuhan yang mendesak yaitu seperti sembako, pempes, pembalut, " ungkap dia.
Comment