BOGOR, CEKLISSATU – Keberadaan pagar pembatas di seluruh tribun Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan publik usai ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Pakansari, Sahiran, menegaskan bahwa pemasangan pagar bukan merupakan kewenangan pengelola stadion, melainkan mengikuti sistem pengamanan yang diterapkan dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Menurut Sahiran, pagar setinggi sekitar dua meter yang mengelilingi seluruh tribun merupakan bagian dari standar pengamanan yang diterapkan di stadion-stadion Indonesia, khususnya saat menggelar pertandingan Liga Indonesia.
"Kalau pagar itu memang bukan kewenangan kami. Itu merupakan bagian dari sistem keamanan pertandingan Liga Indonesia, sehingga pembahasannya ada di tingkat federasi sepak bola, bukan hanya di Stadion Pakansari," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Menang Telak 5-1 atas Kamboja, Ketua KNPI Kabupaten Bogor: Timnas Tampil Luar Biasa di Pakansari
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan stadion di Eropa yang sebagian besar sudah tidak menggunakan pagar pembatas di tribun. Namun, penerapan di Indonesia masih mempertimbangkan aspek keamanan karena potensi kericuhan antarsuporter dinilai masih menjadi risiko.
"Standarnya memang belum bisa seperti di Eropa. Stadion ini bukan hanya digunakan untuk pertandingan Timnas Indonesia, tetapi juga kompetisi Liga Indonesia yang memiliki tingkat risiko berbeda. Mudah-mudahan ke depan para penonton semakin dewasa dalam menikmati pertandingan sepak bola," katanya.
Sahiran juga mengungkapkan bahwa di Stadion Pakansari masih terdapat pagar besi melingkar di bagian atas tribun. Menurutnya, dari sisi regulasi FIFA keberadaan pagar tersebut sebenarnya tidak dianjurkan. Namun, dalam kondisi saat ini, pagar masih dianggap sebagai bagian dari upaya mitigasi keselamatan apabila terjadi keributan di dalam stadion.
Comment