Jika uji coba berjalan lancar dan trem resmi dioperasikan, lintasan akan diperluas hingga mencakup kawasan Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya Bogor dengan panjang jalur sekitar 7 hingga 9 kilometer.
Dedie juga menyatakan Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan aspek keselamatan, regulasi, dan kelayakan operasional.
“Kita ingin mengedukasi masyarakat agar terbiasa bahwa trem perkotaan ini menjadi solusi transportasi publik masa depan yang hijau dan ramah lingkungan,” paparnya.
Dalam hal keamanan, Dedie menegaskan bobot trem tidak jauh berbeda dengan kendaraan berat lainnya, sehingga dinyatakan aman untuk melintas di atas jembatan, termasuk di kawasan Otista.
“Alhamdulillah pada hari ini kita sudah sampai pada momentum yang sangat penting di mana trem itu bisa segera dimulai di Kota Bogor,” tegas Dedie.
Di sisi lain, Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto, menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan Pemkot Bogor kepada industri transportasi nasional. Ia memastikan kualitas produksi trem di INKA mampu bersaing dengan produk luar negeri.
Baca Juga: Dedie Rachim dan Dirut KAI Bahas Pengembangan Transportasi Massal
Eko juga menegaskan seluruh kebutuhan sarana untuk keperluan uji coba akan disiapkan total oleh PT INKA.
“Ini sudah sejak 2018 dan sudah kami lakukan uji coba di beberapa lintasan, seperti di Solo dan saat ini juga disambut baik oleh Pemkot Bogor. Untuk uji coba kami akan siapkan sarananya,” terang Eko.
Comment