KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM -- Angin kencang menerjang Kampung Pabuaran RT01, 02 / RW03 Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Agus Suyatna menyebutkan, kronologi kejadian yaitu hujan deras dengan intensitas tinggi di sertai angin yang sering terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Desa Sukamahi menyebabkan dinding rumah milik warga mengalami retak dan miring.
"Kemudian pada Minggu tepatnya pada pukul 17.00 WIB saat cuaca hujan, dinding rumah milik pak Suherman yang sebelumnya retak dan miring tiba-tiba ambruk. Lalu menimpa dinding rumah bagian dapur milik pak Chandra Priatna, sehingga mengakibatkan kerusakan," ungkap Agus Suyatna kepada Ceklissatu.com.
Baca Juga: Gempa 4,9 M di Bekasi Getarkan Bogor, BPBD Pastikan Situasi Aman Tapi Minta Warga Tetap Siaga
Akibat kejadian tersebut tiga rumah warga mengalami rusak berat, ringan dan sedang. Di antaranya milik Suherman rusak berat (1 KK / 4 jiwa) dinding dia ruangan kamar tidur ambruk, beberapa bagian dinding rumah retak dan miring.
Kemudian satu unit rumah rusak ringan milik Chandra Priatna (1 KK / 4 jiwa). Dinding rumah bagian dapur ambruk
"Lalu satu unit rumah rusak sedang milik bapak Uci Sanusi (1 KK / 2 jiwa). Dinding ruangan tengah retak-retak, dinding jebol pada bagian kamar," terangnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Saat ini, warga atas nama Suherman mengungsi sementara ke rumah saudaranya.
Agus Suyatna mengatakan bahwa langkah yang sudah dilakukan BPBD yaitu koordinasi dengan aparat setempat, assessment, analisa, edukasi kebencanaan dan imbauan, serah terima terpal yang sudah didistribusikan, serta melakukan evaluasi.
"Saat ini material puing dinding rumah yang ambruk telah dibersihkan dan ditutup sementara dengan terpal," tuturnya.
Berdasarkan hasil analisa BPBD, struktur bangunan rumah milik Suherman tidak menggunakan slup di bagian pondasi dan beberapa rumah terdampak kerusakan belum diperbaiki.
"Perlu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait, khawatir bilamana cuaca hujan dapat menambah kerusakan," tutup Agus Suyatna.
Comment