BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membangun akses jalan baru yang menghubungkan kawasan Bogor Timur dengan Exit Tol Jagorawi Bogor Selatan. 

Hal itu ditandai dengan groundbreaking pembangunan akses jalan kantor pemerintahan terpadu Kota Bogor  di Kawasan Rencana pembangunan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor, Selasa (11/8/2026). 

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, rencana pembangunan akses jalan yang akan terhubung dengan Exit Tol Jagorawi yang berlokasi di kawasan Bogor Selatan itu Pemkot Bogor juga akan mempersiapkan pembangunan berbagai fasilitas penunjang lainnya. 

Baca Juga: Dedie Rachim Pastikan Proyek Lanjutan Jalan R3 Selesai Akhir 2023

"Ini adalah sebuah akses jalan yang nantinya terhubung langsung dengan Exit Tol Jagorawi Bogor Selatan. Selain jalan, kita juga akan mempersiapkan beberapa rangkaian proses pembangunan di area kantor pemerintahan baru masa depan ini," ujar Dedie kepada wartawan di lokasi. 

Lebih lanjut, Dedie mengatakan, bahwa selain akan membangun sarana olahraga, di kawasan tersebut juga akan di bangun masjid serta gedung ruang serbaguna yang cukup luas. 

"Selama ini kita kan sering kesulitan jika mengadakan acara-acara dengan kapasitas peserta yang besar. Kadang-kadang kalau menyewa hotel, pertimbangannya adalah soal anggaran dan sebagainya. Nah, kalau kita punya gedung serbaguna sendiri, kegiatan-kegiatan seperti acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja bisa dilaksanakan di sini," jelasnya. 

Baca Juga: Lurah Sindangrasa Yakini Pembangunan Jalur Regional III dapat Mengurangi Kemacetan di Tajur

Menurut Dedie panjang jalan yang akan di bangun tersebut mencapai kurang lebih 480 meter dengan lebar sekitar 32 meter, yang akan di lengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya seperti diantaranya lampu penerangan jalan, Drainase dan lain sebagainya 

"Untuk panjang jalan ini mencapai 480 meter, dengan lebar kurang lebih 32 meter. Akses ini akan dilengkapi dengan drainase, pedestrian (jalur pejalan kaki), kanstin, dan juga kelengkapan lampu penerangan. Selain itu, kawasan ini nantinya akan kita hijaukan," ungkapnya.

Usai melaksanakan groundbreaking, pada kesempatan itu Dedie bersama rombongan meninjau kawasan tersebut dan menegaskan kepada pihak terkait agar dapat merawat berbagai jenis pohon yang telah di tanam beberapa waktu sebelumnya. 

Baca Juga: Imbas Proyek Lanjutan Jalan R3, TPS3R MBR Katulampa Bakal Direlokasi

"Sebagian area tadi sudah saya tinjau. Beberapa waktu yang lalu kita juga sudah menanam beberapa pohon, saya tegaskan agar tanaman itu harus dipastikan terawat. Intinya kita tidak boleh mundur. Kita sedang menyiapkan masa depan Kota Bogor yang lebih baik," tegas Dedie. 

Menurut Dedie, hingga saat ini progres pematangan lahan telah selesai di laksanakan dan tengah memprioritaskan penyelesaian akses jalan.

"Yang pertama, tahap pematangan lahan sudah selesai. Sekarang prioritas nomor satu adalah penyelesaian akses jalannya. Kemudian yang pasti DED (Detail Engineering Design) sudah ada, namun akan kita review (tinjau) kembali, termasuk nanti pembuatan DED khusus untuk lapangan olahraga," ujarnya.

Baca Juga: Siapkan Alat Berat, Pengerjaan Pembangunan Jalan R3 Dikebut 

Selanjutnya tentu penyelarasan geometri jalan antara pihak pengembang (PT KTP dengan PT SEG). Akses ini kan harus nyambung. 

"Nah, supaya nyambung, hari ini kita lakukan penandatanganan MoU kesepakatan, setelah sebelumnya dengan pihak SEG juga sudah disepakati," lanjutnya.

Menurut Dedie pembangunan akses jalan tersebut di targetkan dapat selesai pada akhir tahun ini. 

Baca Juga: Pemberitahuan Rencana Pembangunan Jalan Simpang Indobaso dan Jalan R3 Lanjutan

"Target selesainya akhir tahun ini, jalan sudah harus terhubung. Nanti begitu jalan terhubung, masyarakat yang keluar dari Tol Jagorawi tidak usah memutar lagi ke kawasan R3 (Regional Ring Road). Kalau misalnya mau menuju ke arah Bogor Raya Golf, bisa langsung lewat sini sehingga mempersingkat waktu perjalanan," paparnya. 

Dedie berharap pembangunan tersebut dapat menjadi pemicu pertumbuhan dan membangkitkan sektor ekonomi khususnya di wilayah tersebut. 

"Harapannya, infrastruktur ini akan memicu pertumbuhan ekonomi dan bangkitkan ekonomi baru. Karena lahan di sini masih sangat luas, kita mengundang para investor untuk masuk. Ini sangat memungkinkan dilaksanakan di sini karena statusnya adalah kawasan mixed-use (kawasan terpadu), sehingga bisa dimanfaatkan untuk fungsi komersial, pendidikan, kesehatan, maupun keolahragaan," tutupnya.