BOGOR, CEKLISSATU  – Kelanjutan pembangunan Jalur Regional III (R3) yang akan melintasi wilayah Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, mendapat respons positif dari masyarakat. Pemerintah Kota Bogor melalui kelurahan Sindangrasa meyakini proyek strategis tersebut akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus solusi untuk mengurai kemacetan di kawasan Tajur.

Lurah Sindangrasa, Muhamad Badru Jaman, mengatakan selama ini potensi ekonomi wilayahnya belum berkembang optimal karena akses yang belum terhubung langsung dengan jalur utama.

"Saat ini kondisi ekonomi kita terkesan berada di dalam, dalam tanda kutip potensinya agak kurang karena aksesnya tersembunyi jika dibandingkan dengan wilayah yang berada di sisi jalan utama. Tetapi nanti kalau Jalur R3 ini sudah jadi dan terkoneksi, kebangkitan ekonomi di Sindangrasa akan sangat luar biasa," kata Badru.

Baca Juga: Pemkot Bogor Siapkan Rp1,6 Miliar, Lapangan Sintetis Taman Yasmin Bogor Masuk Tahap 2 Pembangunan

Menurutnya, keberadaan R3 akan membuka akses baru bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sindangrasa sendiri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dengan sekitar 940 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta 4.187 wajib pajak dengan potensi fiskal mencapai Rp2,7 miliar.

Selain berdampak terhadap ekonomi, pembangunan R3 juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini menjadi persoalan di Jalan Raya Tajur.

Terkait proses pembebasan lahan dan respons warga terdampak, Badru memastikan komunikasi dan sosialisasi yang dilakukan pemerintah berjalan dengan baik. Bahkan, masyarakat disebut telah lama menantikan realisasi proyek tersebut.